DILI, 02 Februari 2026 (TATOLI)–Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Manetelu, memastikan kontrak pembangunan terminal penumpang Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato (AIPNL), Comoro, akan ditandatangani di Jepang pada pertengahan Februari ini.
“Pada tanggal 16 (Februari), saya akan ke Jepang untuk menandatangani kontrak dengan perusahaan yang akan membangun terminal. Nanti setelah ditandatangani akan diketahui nama perusahaannya,” kata Menteri Miguel kepada TATOLI secara eksklusif.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Miguel usai meluncurkan uji coba (try out) koneksi fiber optik bagi operator telekomunikasi di Bebonuk, Dili, Minggu (01/02).
Sebelumnya, pada 03 Februari 2025, Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MTK) bersama konsorsium konsultan bandara asal Jepang telah menandatangani kontrak jasa konsultasi Proyek AIPNL Comoro.
Berita terkait : ANATL mulai urus dokumen kompensasi bagi masyarakat terdampak Proyek AIPNL
Kontrak tersebut bertujuan untuk menyelesaikan desain akhir terminal penumpang yang didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA), sebelum diserahkan kepada Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão.
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Direktur Jenderal MTK, Constantino F. Soares, bersama Team Leader konsorsium konsultan bandara Jepang yang terdiri dari Ehira Architects and Engineers, Inc., Oriental Consultants Global Co., Ltd., dan Nippon Koei Co., Ltd.
Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste saat itu, Tetsuya Kimura, serta Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, di kantor MTK.
Sebelumnya, Kementerian Keuangan Timor-Leste dan JICA secara resmi pada 09 Februari 2023 menandatangani dukungan pendanaan sebesar 4,9 miliar yen atau sekitar USD$37,5 juta dari Pemerintah Jepang untuk pembangunan gedung terminal penumpang AIPNL.
Pembangunan terminal AIPNL merupakan bagian dari Proyek AIPNL yang terbagi dalam sejumlah subproyek. Perusahaan Waskita Karya bertanggung jawab atas perluasan landasan pacu dengan total anggaran sebesar US$72,5 juta, sementara PT Amtyhas fokus pada manajemen proyek dengan anggaran sebesar US$6,28 juta.
Adapun perusahaan asal Jepang akan membangun terminal penumpang dengan total anggaran sebesar US$385,62 juta yang dialokasikan oleh Pemerintah Timor-Leste dan Pemerintah Jepang.
Pemerintah Timor-Leste di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Xanana Gusmão juga telah sepakat dengan International Finance Corporation (IFC) dan Bank Dunia untuk merevisi kembali proyek pembangunan AIPNL.
Sebelumnya, Pemerintah Timor-Leste juga telah memperoleh pinjaman sebesar USD$135 juta dari Bank Pembangunan Asia (ADB) untuk meningkatkan perpanjangan dan pelebaran landasan pacu, taxiway, apron, sistem penerangan penerbangan, menara kontrol lalu lintas udara, serta gedung administrasi.
Selain itu, pemerintah juga menandatangani perjanjian pinjaman senilai USD$45 juta dan perjanjian hibah sebesar USD$28,36 juta dari Pemerintah Australia melalui Australian Infrastructure Financing Facility for the Pacific (AIFFP) untuk pengembangan access road dan car park, fasilitas pemeliharaan, kargo, layanan kesehatan, gedung pemadam kebakaran, depo bahan bakar, pagar perimeter, serta Jembatan Beto Tasi.
Pemerintah Timor-Leste turut mengalokasikan dana sebesar US$52 juta melalui Dana Infrastruktur untuk membiayai pemukiman kembali keluarga terdampak serta pembangunan fasilitas konstruksi sipil lainnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Julia Chatarina




