DILI, 01 Februari 2026 (TATOLI) — Pemerintah Timor-Leste melalui Kabu Timor-Leste (CTL, E.P) terus melanjutkan uji coba (trial) koneksi internet kabel serat optik bawah laut yang menghubungkan Timor-Leste dengan Australia. Setelah sebelumnya diuji pada institusi negara, kini uji coba memasuki tahap pengujian bagi tiga operator telekomunikasi.
Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Manetelu, mengatakan uji coba awal telah dimulai sejak 25 November 2025 dan difokuskan pada kementerian serta lembaga negara.
“Pada 25 November 2025, kami telah melakukan trial untuk institusi negara dan kementerian. Dalam proses tersebut, DNIK melakukan koordinasi dengan para Pemimpin IT di kementerian dan lembaga lain untuk terhubung dalam uji coba ini,” kata Menteri Miguel di kantor CTL Bebonuk, Minggu ini.
Ia menjelaskan bahwa pada tahap lanjutan ini, pemerintah kembali melakukan uji coba teknis bersama tiga operator telekomunikasi, dengan fokus pada konfigurasi teknis hingga layanan dinyatakan siap digunakan.
“Hari ini kami kembali melakukan trial atau pengujian bagi tiga operator telekomunikasi, dimulai dari konfirmasi konfigurasi teknis bersama para operator,” ujarnya.
Menteri Miguel menambahkan bahwa selama masa uji coba, pemerintah melalui CTL membeli kapasitas internet sebesar 10 Gigabit per detik dari penyedia Vocus, khusus untuk kebutuhan trial.
Menurutnya, pemerintah berhati-hati dalam pembelian kapasitas agar sesuai dengan kebutuhan pasar. Saat ini, CTL memiliki kapasitas cadangan hingga 13,5 Terabit, namun pembelian lanjutan akan disesuaikan dengan permintaan operator dan penyedia layanan internet (ISP).
“Ketika sudah masuk pasar, semuanya akan tergantung pada kebutuhan masing-masing operator, seperti Timor Telecom, Telemor, maupun ISP lainnya,” katanya.
Menteri Miguel juga menyampaikan bahwa selama periode trial, layanan diberikan secara gratis agar operator dan masyarakat dapat merasakan langsung kecepatan internet kabel serat optik bawah laut tersebut.
“Selama masa trial, layanan ini gratis untuk uji coba. Publik bisa merasakan bahwa kecepatan fiber optik ini sangat tinggi. Namun ketika masuk pasar, harganya akan lebih murah atau setidaknya lebih rendah dibandingkan layanan Starlink,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Teknik Timor Telecom, Francisco Leite, menyambut baik dimulainya uji coba resmi bagi operator telekomunikasi.
“Kami sangat menantikan momen ini dan merasa senang karena secara resmi operator sudah bisa melakukan trial. Koneksi kabel bawah laut ini jauh lebih aman dan stabil,” katanya.
Ia menegaskan komitmen Timor Telecom untuk bekerja sama dengan CTL dalam pengembangan jaringan nasional. Saat ini, pemerintah melalui CTL menyediakan kapasitas sebesar 2 Gigabit per detik untuk Timor Telecom.
“Kapasitas ini akan kami maksimalkan untuk seluruh pelanggan, baik layanan seluler maupun layanan tetap,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa Timor Telecom saat ini memiliki sekitar 350 ribu pelanggan seluler aktif dan hampir 10 ribu pelanggan layanan tetap.
Dari Telkomcel, Vice President Marketing and Sales, Herua Yulianto, menilai proyek kabel bawah laut sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan keandalan layanan internet nasional.
“Saya pikir ini adalah langkah yang sangat baik dari pemerintah, terutama dengan adanya koneksi dari Australia, sehingga layanan internet menjadi jauh lebih andal,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa Telkomcel telah melakukan uji coba koneksi sejak beberapa hari terakhir dan secara faktual koneksi internet dari Australia sudah mulai digunakan oleh sejumlah pelanggan.
“Walaupun secara formal baru diluncurkan hari ini, kami sudah melakukan trial sebelumnya. Harapannya, koneksi ini tidak hanya stabil dalam satu atau dua hari, tetapi juga dalam jangka panjang, sehingga dapat membantu kami memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan,” ujarnya.
Sementara itu, Deputy General Director Telemor, Nguyen Viet Anh Andy, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas inisiatif pembangunan proyek Kabel Bawah Laut yang dinilai akan meningkatkan kualitas dan keandalan layanan internet di Timor-Leste.
“Sebagai operator terbesar untuk layanan data seluler, Telemor merupakan salah satu pelanggan utama layanan IP di Timor-Leste,” katanya.
Andy menjelaskan bahwa Telemor telah melakukan uji coba teknis bersama CTL dan ANC pada bulan ini. Apabila kualitas teknis dinilai memuaskan, pihaknya akan melanjutkan pembahasan dengan CTL terkait pembelian kapasitas internet untuk jangka panjang.
“Kebutuhan trafik data kami terus meningkat setiap tahun seiring tuntutan pelanggan terhadap layanan yang lebih berkualitas. Karena itu, Kabel Bawah Laut akan menjadi bagian penting dari sumber daya jaringan kami,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa teknologi kabel bawah laut mampu menyediakan kapasitas sangat besar hingga ratusan gigabit, namun tetap perlu didukung dengan sistem cadangan untuk menjamin keberlanjutan koneksi internet nasional.
“Kami juga perlu memastikan adanya jalur cadangan untuk menjaga kontinuitas koneksi internet,” pungkasnya.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Moniz




