DILI, 29 Januari 2026 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste melalui Direktorat Jenderal Lingkungan Hidup, Direktorat Nasional Perubahan Iklim (DNAC) di bawah Kementerian Pariwisata dan Lingkungan Hidup, bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP) di Timor-Leste, menyelenggarakan acara penyerahan peralatan dan perlengkapan refrigerasi serta pendingin udara (Refrigeration and Air Conditioning/RAC) kepada penerima manfaat di Timor-Leste.
Penyerahan peralatan tersebut diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang telah melaksanakan Program HCFC di Timor-Leste. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Manajemen HCFC Fase II (HPMP II), yang bertujuan menghapus penggunaan Hydrochlorofluorocarbon (HCFC) sebelum tahun 2030, mengingat dampaknya terhadap penipisan lapisan ozon yang melindungi kehidupan dari radiasi ultraviolet.
Kepala Departemen Ozon, Luis dos Santos Belo, dalam pidato pembukaannya mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini adalah mendistribusikan peralatan RAC kepada delapan perusahaan di Timor-Leste.
“Pemerintah melalui DNAC pada Departemen Ozon, Direktorat Jenderal Lingkungan Hidup, serta Kementerian Pariwisata dan Lingkungan Hidup berupaya memberdayakan perusahaan agar menggunakan peralatan tersebut secara profesional dan bertanggung jawab. Kita harus buktian bahwa hal seperti ini pun bisa ditangani oleh orang Timor,” ucapnya di Timor Plaza, Kamis ini.
Adapun delapan perusahaan penerima manfaat tersebut adalah WAKI-LOLO Unipesoal Lda, CEROF 1995 Unipesoal Lda, Barros Electrico Unipesoal Lda, Lelo Service Unipesoal Lda, Bobadia Unipesoal Lda, DEDEDE 1912 Unipesoal Lda, Soares Giaruda Unipesoal Lda, dan ILLINOI Unipesoal Lda.
Sebanyak 20 item peralatan dan perlengkapan RAC diserahkan dalam kegiatan ini, yang terdiri atas Digital Manifold Gauge, Leak Detector (alat pendeteksi kebocoran refrigeran), Vacuum Gauge atau Vacuum Meter, Digital Clamp Meter atau Multimeter, Tube Cutter atau Tube Piercing Tool, serta obeng, peralatan tangan pendukung, dan berbagai aksesori servis RAC seperti kabel sensor, konektor, serta komponen pendukung lainnya untuk menunjang pekerjaan teknisi secara profesional dan aman.
Sementara itu, Perwakilan UNDP di Timor-Leste, Adeline Carrier, melalui pesan yang dibacakan oleh Pedro Marçal da Costa, menyampaikan bahwa peralatan tersebut diperoleh melalui proyek rencana pengelolaan penghapusan hidrofluorokarbon di bawah Protokol Montreal. Ia menekankan bahwa meningkatnya suhu global turut mendorong peningkatan penggunaan peralatan pendingin dan AC.
“Oleh karena itu, penting bagi konsumen dan penyedia jasa untuk mengetahui dan menerapkan teknologi ramah lingkungan yang tersedia di pasaran,” ujarnya.
UNDP berharap peralatan dan perlengkapan yang diserahkan dapat mendukung perusahaan jasa dalam menerapkan praktik terbaik penggunaan teknologi ramah lingkungan dan berwawasan iklim, khususnya di sektor pendingin dan pendingin udara.
UNDP juga menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan Pemerintah Timor-Leste dalam mendukung transisi menuju teknologi yang lebih hijau, guna memperkuat ketahanan dan pembangunan berkelanjutan di Timor-Leste.
Reporter: Cidalia Fátima
Editor: Armandina Mo




