iklan

SOSIAL INKLUSIF

Timor-Leste mulai pembangunan jalan strategis Gleno – Letefoho

Timor-Leste mulai pembangunan jalan strategis Gleno – Letefoho

Pemerintah Timor-Leste resmi memulai pembangunan Jalan Strategis Gleno–Letefoho dan Jalan Perkotaan Gleno. Foto Tatoli/ António Daciparu

ERMERA, 26 Januari 2026 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste resmi memulai pembangunan Jalan Strategis Gleno–Letefoho dan Jalan Perkotaan Gleno melalui penandatanganan kontrak yang digelar di EBC Eraulu, Daerah Administrasi Letefoho, Kotamadya Ermera, Senin (26/01).

Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Menteri Pekerjaan Umum (MOP), Samuel Marçal, bersama pihak perusahaan konstruksi, serta disaksikan oleh Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão, Perwakilan Bank Dunia di Timor-Leste, David Freedman, Ketua Otoritas Kotamadya (PAM) Ermera José Martinho dos Santos, dan masyarakat setempat.

Proyek jalan Gleno–Letefoho membentang dari Letefoho (km 30+230) ke Gleno (km 54+370) dengan nomor kontrak TENDER/191/MOP–2024. Pembangunan dijadwalkan selama 365 hari dengan anggaran $38.800.054, dan akan dilaksanakan oleh China Civil Engineering Construction Corporation (China).

Sementara itu, pembangunan Jalan Perkotaan Gleno beserta sistem drainase akan dilaksanakan dalam dua paket selama satu tahun. Paket pertama memiliki anggaran $2.640.762,21 dan paket kedua $3.214.929,67, yang dikerjakan oleh Shabryca Construction UNIP. LDA.

Ketua PAM Ermera, José Martinho dos Santos, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berupaya selama bertahun-tahun hingga proyek ini mencapai tahap penandatanganan kontrak dan peletakan batu pertama. Menurutnya, pemerintah memahami kesulitan masyarakat dan berkomitmen membangun jalan berkualitas.

“Proyek Jalan Gleno–Letefoho dan Jalan Perkotaan Gleno, termasuk pembangunan pasar kota dan perencanaan infrastruktur lainnya, akan bermanfaat bagi sekitar 554 ribu warga dari empat daerah administratif,” ujar José Martinho.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum, Samuel Marçal, menjelaskan bahwa proses pembangunan proyek memerlukan waktu panjang karena harus melalui studi teknis, desain, aspek hukum, dan prosedur pengadaan sesuai aturan.

“Kami ingin mempercepat pembangunan, tetapi harus mematuhi hukum dan regulasi yang berlaku. Kita berjalan perlahan, namun aman, berkualitas, dan bertanggung jawab,” kata Marçal, sembari berterima kasih kepada Bank Dunia, anggota parlemen, para teknisi, dan masyarakat Ermera atas dukungan mereka.

Marçal menambahkan, kontrak proyek berlangsung satu tahun, dan jika seluruh pihak mendukung, jalan dapat selesai pada 2027.

“Jalan ini bukan sekadar akses transportasi, tetapi akan mendorong ekonomi, menurunkan biaya, memfasilitasi kesehatan, pendidikan, pariwisata, dan pembangunan lokal,” katanya.

Dilain pihak, Perwakilan Bank Dunia di Timor-Leste, David Freedman, menyebut proyek jalan Gleno–Letefoho termasuk dalam paket pembiayaan Bank Dunia hingga $59 juta, melalui perjanjian antara Pemerintah Timor-Leste, MOP, Kementerian Keuangan, dan Bank Dunia.

“Proses pengadaan memang kompleks, tetapi didampingi para ahli dan insinyur untuk memastikan kualitas, transparansi, dan integritas seluruh tahap,” tegas Freedman.

Peluncuran proyek ini menjadi langkah penting dalam pengembangan infrastruktur di Kotamadya Ermera yang diharapkan meningkatkan mobilitas, ekonomi lokal, dan kesejahteraan masyarakat.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!