DILI, 22 Januari 2026 (TATOLI) — Direktorat Nasional Meteorologi dan Geofisika (DNMG) memperingatkan potensi hujan lebat dengan intensitas antara 50–70 persen yang diperkirakan terjadi di sejumlah kotamadya pada Februari 2026.
Wilayah yang berpotensi terdampak hujan lebat tersebut meliputi Dili, Aileu, Ermera, Manatutu, Baucau, Oecusse, dan Ataúro.
Ahli Meteorologi Bagian Iklim Musiman DNMG, Orchia Magno Tilman, mengatakan pihaknya menyampaikan informasi kondisi iklim Timor-Leste untuk periode Januari hingga Maret 2026 berdasarkan analisis statistik meteorologi.
“Pada Januari, Timor-Leste mengalami hujan dengan probabilitas kurang dari 40 persen, meskipun hujan tetap turun di seluruh wilayah,” jelas Orchia Magno Tilman pada TATOLI di kantornya di Caicoli, Kamis ini.
Ia menjelaskan bahwa sejumlah kotamadya seperti Dili dan Manatuto menerima curah hujan yang relatif lebih rendah. Namun, memasuki Februari, probabilitas hujan diperkirakan kembali meningkat dengan intensitas antara 50 hingga 70 persen.
“Ketika kemungkinan hujan lebat terjadi di kotamadya yang telah disebutkan, biasanya akan berdampak pada risiko tinggi, terutama tanah longsor serta banjir yang dapat merusak rumah dan pekarangan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, pada Maret, Orchia menyebutkan bahwa intensitas hujan kembali menurun dengan probabilitas sekitar 40–50 persen. Hujan lebat diperkirakan hanya terjadi di wilayah timur, seperti Baucau, Lospalos, dan Viqueque.
“Perubahan iklim dan prakiraan cuaca pada Maret menunjukkan skala lemah hingga sedang, sehingga tidak diperkirakan menimbulkan risiko signifikan,” tambahnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengambil langkah pencegahan dengan mengikuti informasi iklim yang disampaikan DNMG.
“Kami terus memberikan catatan informatif kepada masyarakat agar dapat melakukan antisipasi sebelum menghadapi kondisi iklim tersebut,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Ahli Meteorologi DNMG lainnya, Jacinto Auni, mengatakan bahwa saat ini hujan masih berlangsung di sejumlah wilayah. Prakiraan cuaca untuk pekan ini menunjukkan adanya sistem dari laut yang memicu hujan sedang hingga lebat di wilayah tengah dan barat Timor-Leste.
“Khususnya di Ermera, Bobonaro, Oe-Cusse, dan Dili,” jelas Jacinto.
Menurutnya, di kotamadya lain intensitas hujan diperkirakan berkisar dari lemah hingga sedang, dengan curah hujan di bawah 10 milimeter. “Hujan lebat dikategorikan mulai dari 10 milimeter hingga di atas 20 milimeter,” katanya.
Selain hujan, DNMG juga memperingatkan potensi angin sedang hingga kencang yang diperkirakan bertiup di wilayah pesisir timur dan utara, seperti Ataúro, Manatutu, Baucau, Lautém, termasuk Oe-Cusse.
“Angin kencang ini berpotensi merusak rumah dan menyebabkan pohon tumbang,” ujarnya.
Untuk itu, Jacinto kembali mengimbau masyarakat agar terus mengikuti informasi resmi DNMG yang dipublikasikan melalui media sosial.
“Hal ini penting agar masyarakat dapat mengantisipasi risiko hujan lebat dan angin kencang,” tutupnya.
Reporter: Alexandra da Costa (Penerjemah: Cidalia Fátima)
Editor: Armandina Moniz




