DILI, 14 Januari 2026 (TATOLI) — Institut Statisktik Nasional Timor-Leste (INTEL) dalam publikasi resmi menerbitkan laporan nilai perdagangan barang Timor-Leste pada periode 01 hingga 30 November 2025 menunjukkan dominasi impor dibandingkan ekspor. Berdasarkan Statistik Perdagangan Barang Timor-Leste, total impor tercatat sebesar $75.441.929, sementara total ekspor mencapai $8.736.603.
Dari total impor tersebut, impor barang menyumbang nilai terbesar yakni $75.294.750, sedangkan impor non-barang tercatat sebesar $147.179. Impor non-barang mencakup barang yang digunakan oleh kedutaan besar dan komisi tinggi asing, pasukan asing, serta misi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang tidak diklasifikasikan sebagai impor dagangan.
Sementara itu, nilai ekspor Timor-Leste pada periode yang sama mencapai $8.015.875, ditambah re-ekspor sebesar $720.728, sehingga total ekspor tercatat $8.736.603. Ekspor didefinisikan sebagai barang dengan kandungan Timor-Leste minimal 50 persen berdasarkan nilai, sedangkan re-ekspor merupakan barang yang sebelumnya diimpor dan memiliki kandungan lokal kurang dari 50 persen.
Impor Didominasi Barang Perantara dan Konsumsi
Berdasarkan klasifikasi ekonomi, impor Timor-Leste pada November 2025 didominasi oleh barang perantara dengan nilai $33.662.420 dan volume 63,55 juta kilogram. Selanjutnya, barang konsumsi tercatat sebesar $29.263.129 dengan jumlah hampir 30 juta kilogram.
Impor barang modal mencapai $8.421.027, sementara kategori barang yang dihilangkan tercatat senilai $3.948.173. Secara keseluruhan, total impor barang mencapai $75.294.750 dengan volume 96,66 juta kilogram.
Kopi Jadi Andalan Ekspor
Komoditas kopi tetap menjadi penyumbang utama ekspor Timor-Leste. Pada November 2025, nilai ekspor kopi tercatat sebesar $7.481.549 dengan total volume 1.084.867 kilogram. Ekspor kopi tersebut mencakup berbagai bentuk, yakni biji hijau, biji panggang, dan kopi bubuk.
Indonesia menjadi tujuan ekspor kopi terbesar dengan nilai $1.806.042, disusul Australia $1.785.530, Amerika Serikat $1.399.493, Jepang $1.009.841, dan Republik Rakyat China $762.048. Negara tujuan lainnya meliputi Ukraina, Republik Korea, Singapura, Polandia, Senegal, dan Selandia Baru.
Indonesia Jadi Tujuan Ekspor dan Asal Impor Terbesar
Dilihat dari keseluruhan ekspor menurut negara tujuan, Indonesia menempati posisi teratas dengan nilai $1.907.606, diikuti Australia, Amerika Serikat, Jepang, dan Republik Rakyat China. Total ekspor ke berbagai negara tersebut mencapai $8.015.874 dengan volume hampir 1,97 juta kilogram.
Di sisi impor, Indonesia juga menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai $26.284.667, disusul Republik Rakyat China $13.369.562, Taiwan $9.134.497, Malaysia $3.464.822, dan India $3.299.801. Impor juga berasal dari berbagai negara lain di Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Oseania.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




