DILI, 08 Januari 2026 (TATOLI)—Presiden Republik, José Ramos-Horta, Kamis (08/01) ini menjadi tuan rumah penyelenggara Konser Piano dan Orkestra yang digelar di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato. Tujuan acara untuk merayakan bakat musik kaum muda yang luar biasa di negara ini serta menyoroti masa depan lanskap budaya Timor-Leste yang menjanjikan.
Presiden Republik, José Ramos-Horta menegaskan bahwa musik adalah bahasa universal perdamaian dan persatuan. Dalam harmoni piano dan orkestra, semua orang mendengar suara masa depan negara dan masa depan yang dibangun di atas bakat kaum muda, kekuatan budaya, dan irama harapan bersama yang membuat hati setiap warga Timor-Leste berdetak.
“Konser ini berhasil menyoroti kedalaman dan keragaman bakat muda Timor-Leste, serta menjadi platform yang kuat untuk pertukaran dan dialog budaya melalui bahasa universal musik,” kata Kepala Negara dalam pidatonya.
Konser tersebut menampilkan penampilan luar biasa dari pianis muda Solomon Bravery Hasudungan Horta dan Teshan Singh Sidhu, bersama Orkestra Pemuda Dom Bosco Baucau dan Orkestra Berliku Fanu Rai (BFR).
Biografi Singkat Para Pianis dan Orkestrator
Solomon Bravery Hasudungan Horta (lahir 10 Agustus 2014) adalah seorang seniman multitalenta keturunan Timor-Leste dan Indonesia. Sebagai pianis berbakat, ia telah memenangkan beberapa penghargaan juara pertama dan gelar “Pianis Paling Berbakat” di berbagai festival di Irlandia Utara.
Bakatnya juga meluas ke bidang audio dan drama, di mana ia meraih sejumlah penghargaan penting, serta ke dunia perfilman dengan peran dalam produksi BBC Teach dan peran utama dalam film pendek Natal Disney+ The Boy and the Octopus, yang disutradarai oleh Taika Waititi.

Solomon merupakan putra dari Helio dos Reis Horta, seorang fotografer Timor-Leste—dan keponakan Presiden Jose Ramos-Horta yang menempuh pendidikan fotografi di Portugal sebelum pindah ke Inggris bersama istrinya, Maria Siahaan, asal Indonesia.
Keluarga tersebut kini tinggal dan bekerja di Irlandia Utara, Inggris. Latar belakang multikultural Solomon Horta memberikan pengaruh mendalam terhadap ekspresi kreatifnya.
Selain seni, ia juga aktif dalam olahraga tenis dan renang. Ia terus berkembang sebagai seniman muda yang berdedikasi dan berbakat.
Teshan Singh Sidhu (11 tahun) merupakan putra dari Duta Besar Malaysia untuk Timor-Leste, Yang Mulia Dato’ Amarjit Singh Sarjit Singh. Ia memulai studi pianonya tiga bulan lalu setelah sebelumnya belajar bermain keyboard. Meski masa latihannya singkat, ia menunjukkan minat, dedikasi, dan antusiasme yang luar biasa.
Dalam konser ini, ia menampilkan empat karya pendek pengantar yang terinspirasi oleh melodi tradisional dan melodi yang dikenal secara universal, menghadirkan selingan musik yang mudah diakses dan memikat bagi penonton.
Orkestra Pemuda Dom Bosco Baucau dikenal sebagai duta generasi musik baru dengan menyajikan berbagai repertoar yang mencerminkan pembaruan dan masa depan musik di Timor-Leste. Orkestra ini didirikan pada tahun 2021 di bawah arahan Maestro Pastor Adérito Manuel Costa dan memberikan pelatihan musik yang solid bagi talenta muda di Sekolah Musik Dom Bosco, Baucau.
Kelompok Ansambel ini dikenal karena kemampuannya membawakan repertoar klasik dan karya kontemporer, serta berperan penting dalam mempromosikan musik dan budaya di kalangan pemuda Timor-Leste.
Orkestra Berliku Fanu Rai (BFR) merupakan asosiasi musik Timor-Leste yang didirikan pada tahun 2009 oleh Kiera Zen dan secara resmi diakui oleh Kementerian Kehakiman pada tahun 2010.
Asosiasi ini berperan penting dalam mempromosikan musik tradisional dan kontemporer sebagai sarana ekspresi budaya, pemberdayaan pemuda, dan keterlibatan masyarakat. Kegiatannya meliputi pengelolaan studio rekaman profesional, pelatihan produksi musik dan teknik suara, serta penyelenggaraan konser, festival, dan program pendidikan.
Konser ini memadukan melodi internasional dengan musik tradisional Timor-Leste, mencerminkan kekayaan budaya negara tersebut.
Bagian I menampilkan penampilan dinamis Orkestra Pemuda Dom Bosco Baucau, pilihan lagu oleh Teshan Singh Sidhu, serta repertoar meriah dari Orkestra Berliku Fanu Rai (BFR).
Bagian II menampilkan keterampilan piano klasik Solomon Horta, termasuk dua pidato inspiratifnya, “Inilah Siapa Dirimu” dan “Bukit yang Kita Daki”, serta pemutaran film pendek Disney+ The Boy and the Octopus, yang disutradarai oleh pembuat film ternama Selandia Baru, Taika Waititi, dan dipandu oleh Solomon Horta.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




