DILI, 06 Januari 2026 (TATOLI) –Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Kehutanan (MAPPF) berencana tahun ini, akan membangun pelabuhan perikanan di Metinaru, kotamadya Dili. Pelabuhan tersebut dibangun untuk mengontrol sistem perizinan aktivitas penangkapan ikan.
“Rencana Pemerintah untuk membangun Pelabuhan Perikanan telah dimulai dengan studi kelayakan dari tahun 2010 hingga 2014. Pemerintah juga telah melakukannya, dimana pada tahun 2014, tim dari Desain Teknik Terperinci (DeD), telah dilakukan oleh perusahaan PT. Consulmar Engenharia dari Portugal,” kata Fernando da Silva selaku Kepala Departemen Pelabuhan Pasar Ikan dan Pusat bongkar muat kegiatan perikanan di MAPPF kepada Tatoli, di kantornya MAPPF, Comoro, Dili, Selasa ini.
Ia mengatakan DeD belum menyampaikan hasil akhir kepada Pemerintah karena pada tahun 2019 terjadi pandemi Covid-19, yang menyebabkan perusahaan tersebut kembali ke Portugal dan gagal menyampaikan laporan akhir untuk persetujuan. Selain itu, tata kelola juga telah berubah.
Dikatakan, saat ini, Pemerintah melalui MAPPF sedang berupaya melacak perusahaan yang memegang DeD agar kembali untuk menyampaikan laporan akhir, sehingga dapat segera memulai peluncuran tahap pertama, karena prosesnya sangat panjang.
Namun, jika perusahaan tersebut gagal hadir, Pemerintah akan menyewa konsultan lain untuk menyelesaikan DeD.
Fernando da Silva menjelaskan bahwa anggaran untuk desain tersebut adalah U$55 juta, tetapi karena perusahaan belum menyelesaikan kesepakatan, maka anggarannya akan menjadi U$81 ribu saja.
“Dengan anggaran yang tersedia, kita bisa menyewa konsultan lain untuk menyelesaikan desain akhir, karena materi desainnya ada di kementerian. Jadi, cobalah untuk menyelesaikan desainnya, karena kementerian berkomitmen dan ingin meluncurkan peletakkan batu pertama tahun ini,” kata Fernando da Silva.
Ia menggarisbawahi bahwa untuk memastikan proses berjalan lancar, maka minggu ini MAPPF bersama dengan Kementerian Kehakiman, khususnya bagian Pertanahan dan Properti serta Sistem Kadaster Nasional, kembali mengukur lokasi yang direncanakan untuk pembangunan pelabuhan perikanan, untuk memastikan status lahan dan sertifikasi lahan, sehingga peletakan batu pertama tidak akan bermasalah.
Ia menekankan bahwa pelabuhan perikanan akan terdiri dari fasilitas seperti rumah bagi nelayan, bangunan untuk karyawan, pusat pengolahan ikan, bengkel perawatan kapal, dan lain-lain, termasuk sistem kontrol untuk kegiatan perikanan.
Menurutnya, sudah saatnya memiliki pelabuhan perikanan, agar kegiatan perikanan dapat dikendalikan dan diatur.
Pelabuhan perikanan akan dibangun Desa Wenunuk, Pos Administratif Metinaru, Dili.
TATOLI




