iklan

EKONOMI, HEADLINE

Pemerintah evaluasi pinjaman dana ADB untuk perluasan Bandara Nicolau Lobato

Pemerintah evaluasi pinjaman dana ADB untuk perluasan Bandara Nicolau Lobato

Foto google

DILI, 17 Desember 2025 (TATOLI) — Dewan Menteri memutuskan untuk melanjutkan evaluasi pinjaman di bawah skema Ordinary Capital Resources (OCR) yang terkait dengan proyek Perluasan Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, senilai US$85 juta, tertanggal 01 Januari 2021.

Keputusan tersebut diambil sebagai tindak lanjut dari kebijakan yang telah diadopsi dalam rapat Dewan Menteri sebelumnya serta hasil diskusi yang dilakukan sejak saat itu, termasuk pembicaraan teknis lanjutan dengan Bank Pembangunan Asia (ADB).

Evaluasi ini dilakukan dalam kerangka kebijakan keuangan negara dan pengelolaan utang publik yang bertanggung jawab.

“Dalam konteks tersebut, Pemerintah akan memulai diskusi kelembagaan dengan ADB dengan tujuan menegosiasikan kemungkinan pengurangan komponen pembiayaan, berdasarkan penghematan biaya yang telah diidentifikasi, seiring dengan berlanjutnya pelaksanaan proyek perluasan bandara,” ungkap hasik Laporan Rapat Dewan Menteri, yang diakses Tatoli, Rabu ini.

Dewan Menteri menegaskan bahwa evaluasi ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah yang lebih luas untuk memastikan penggunaan sumber daya publik yang efisien, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Hal ini mencakup penilaian yang cermat terhadap kecukupan instrumen pembiayaan setiap proyek, dengan mempertimbangkan tingkat pelaksanaan, prioritas nasional yang telah ditetapkan, serta kapasitas implementasi yang efektif.

Lebih lanjut, Pemerintah juga mengklarifikasi informasi yang disampaikan dalam siaran pers rapat Dewan Menteri pada 10 Desember 2025. Ditegaskan bahwa proyek Modernisasi Distribusi Listrik tidak dibatalkan. Yang dibatalkan hanya perjanjian pembiayaan yang sebelumnya ditandatangani dengan ADB, bukan proyeknya.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus menjaga transparansi dan kehati-hatian dalam pengambilan keputusan terkait pembiayaan pembangunan nasional. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!