DILI, 15 Desember 2025 (TATOLI)— Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) menyalurkan pembiayaan senilai total US$78 juta kepada Pemerintah Timor-Leste untuk mendukung proses perbaikan jalan dan jembatan di Kotamadya Lautem, khususnya pada koridor strategis yang menghubungkan wilayah timur dengan pantai selatan termasuk Baucau dan Viqueque.
Pembiayaan tersebut terdiri dari pinjaman lunak sebesar US$75 juta dan hibah sebesar US$3 juta yang ditandatangani oleh ADB dan Pemerintah Timor-Leste. Dana ini akan digunakan untuk merehabilitasi ruas jalan nasional sepanjang 42 kilometer yang menghubungkan Lospalos dan Iliomar, serta membangun tiga jembatan utama, yakni Jembatan Seical (Baucau), Borouai (Viqueque), dan Malailada (Lautém).
Ruas jalan Lospalos–Iliomar selama ini berada dalam kondisi rusak dan rawan longsor serta banjir, sehingga kerap mengganggu mobilitas masyarakat. Melalui proyek ini, konektivitas antarwilayah di Kotamadya Lautem diharapkan semakin lancar, aman, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Menteri Keuangan Timor-Leste, Santina Cardoso, mengatakan pembiayaan tersebut merupakan langkah penting dalam memperkuat konektivitas nasional dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Kami merehabilitasi jalan sepanjang sekitar 42 kilometer dari Lospalos ke Iliomar. Proyek ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat setempat, tetapi juga memperkuat koridor utama utara–selatan yang menghubungkan Lospalos hingga Viqueque,” kata Menteri Santina Cardoso di Auditorium Kementerian Keuangan, Aitarak-Laran, Dili.
Ia menambahkan, proyek ini merupakan bagian dari visi besar Pemerintah untuk membangun jaringan jalan nasional yang terintegrasi di seluruh wilayah Timor-Leste, guna mendorong persatuan nasional dan pertumbuhan ekonomi.
Hibah sebesar US$3 juta disalurkan melalui Program Kemitraan Ketahanan Komunitas ADB dengan dukungan dari Agence Française de Développement, Pemerintah Irlandia, Dana Iklim Hijau, Dana Pembangunan Nordik, dan Pemerintah Inggris. Hibah ini ditujukan untuk memperkuat ketahanan masyarakat di enam desa sepanjang koridor jalan terhadap dampak perubahan iklim dan bencana alam.
Sementara itu, Direktur ADB untuk Timor-Leste, Stefania Dina, menyatakan bahwa proyek ini menandai komitmen kuat ADB dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh dan inklusif.
“Pendanaan ini tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga memperkuat perlindungan terhadap risiko iklim melalui pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang lebih aman dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurutnya, selain perbaikan jalan dan pembangunan jembatan, proyek ini juga akan melibatkan masyarakat setempat dalam perencanaan dan pelaksanaan solusi adaptasi iklim, seperti sistem drainase, perlindungan lereng, dan pendekatan berbasis alam untuk mengurangi risiko bencana.
Dilain pihak, Menteri Pekerjaan Umum, Samuel Marçal, menyampaikan apresiasi kepada ADB atas dukungan berkelanjutan terhadap sektor infrastruktur di Timor-Leste.
“Jalan adalah denyut nadi pembangunan. Infrastruktur yang baik akan mempermudah akses masyarakat dan mendorong sektor lain seperti kesehatan, pariwisata, dan ekonomi pedesaan,” katanya.
Proyek ini dijadwalkan mulai diimplementasikan pada 2026 dan diharapkan dapat meningkatkan keselamatan, efisiensi transportasi, serta memperkuat konektivitas regional di wilayah timur Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




