DILI, 12 Desember 2025 (TATOLI) — Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, menyambut Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, di Markas Sekretariat ASEAN, Nusantara Hall, Jakarta, dengan menegaskan bahwa kehadiran Timor-Leste sebagai anggota ke-11 membawa energi baru dan memperkuat solidaritas regional.
Dalam laman resmi Kantor Perdana Menteri yang diakses Tatoli, menyebutkan bahwa dalam pidato itu Sekjen Kao Kim Hourn menekankan pentingnya integrasi penuh Timor-Leste ke dalam komunitas ASEAN, yang mencerminkan kedewasaan hubungan dan kematangan kerjasama regional.
“Kehadiran Kalian di sini hari ini menunjukkan komitmen teguh pemerintah Timor-Leste sebagai anggota ASEAN,” kata Kao Kim Hourn.
Sekjen ASEAN menyebut aksesi Timor-Leste sebagai tonggak bersejarah bagi kawasan, sekaligus penguatan prinsip-prinsip ASEAN yaitu, perdamaian, kerja sama, dan saling menghormati. Timor-Leste, menurutnya, membawa keuntungan strategis bagi ASEAN, mulai dari demografi yang dinamis, tradisi budaya yang beragam, hingga posisi geografis yang memperkuat konektivitas di Asia Tenggara dan Indo-Pasifik.
Berita terkait : Timor-Leste resmi jadi anggota ke-11 ASEAN
“Perekonomian yang berkembang dan infrastruktur digital yang terus bertumbuh memungkinkan Timor-Leste berkontribusi pada agenda inovasi dan prioritas pembangunan regional,” ujarnya.

Selama periode sebagai pengamat, Timor-Leste telah aktif dalam tiga pilar komunitas ASEAN serta program konektivitas, membangun fondasi kuat untuk keanggotaan penuh.
Sekjen Kao Kim Hourn menyoroti komitmen negara itu terhadap nilai-nilai bersama, dialog konstruktif, dan kemitraan yang nyata, yang meningkatkan kapasitas ASEAN dalam menghadapi tantangan regional serta menjaga perdamaian dan stabilitas.
Sekjen ASEAN menekankan bahwa partisipasi aktif Timor-Leste akan memperkuat integrasi, inovasi, dan inklusivitas kawasan. Dengan populasi muda yang energik dan berbakat, negara itu diharapkan menjadi pendorong inovasi dan kepemimpinan baru bagi ASEAN.
“Perspektif dan pengalaman Timor-Leste akan memperdalam pemahaman kolektif kita dan memperkuat kapasitas menghadapi kompleksitas strategis di masa depan,” katanya.
Sekjen Kao Kim Hourn menyoroti peran PM Xanana dalam sejarah modern Timor-Leste, dari memimpin perlawanan rakyat hingga menjadi Presiden dan Perdana Menteri, yang membangun perdamaian, stabilitas, dan demokrasi.
Menurutnya kepemimpinan Xanana Gusmão dalam negosiasi maritim, pengembangan ekonomi biru, serta pembangunan institusi negara, dinilai memberi nilai tambah signifikan bagi ASEAN.
“Kehadiran PM Gusmão bukan sekadar sebagai pengamat, tetapi sebagai mitra penuh dalam menulis babak baru sejarah ASEAN,” ujar Sekjen Kao Kim Hourn.
Ia menekankan bahwa keberagaman kawasan adalah kekuatan terbesar ASEAN, dan persatuan merupakan jalan paling pasti menuju kemajuan.
Sementara, Kay Rala Xanana Gusmão, Perdana Menteri Republik Demokratik Timor-Leste, sendiri berada di Markas Besar ASEAN/Sekretariat ASEAN, untuk menyampaikan Pidato Kebijakan yang menyoroti komitmen dan dukungan penuh Timor-Leste terhadap kerja ASEAN, khususnya saat ASEAN memulai implementasi ASEAN 2045 : “Visi Bersama Kita”.
Timor-Leste sendiri resmi menjadi anggota ke-11 Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) pada 26 Oktober 2025, melalui upacara penandatanganan Deklarasi Aksesi Timor-Leste ke ASEAN yang berlangsung dalam Pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia.
Penandatanganan deklarasi tersebut dilakukan oleh para pemimpin negara anggota ASEAN, yaitu, Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, Sultan Brunei Darussalam Haji Hassanal Bolkiah, Presiden Indonesia Prabowo Subianto, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, Perdana Menteri Laos Sonexay Siphandone, Perdana Menteri Vietnam, Pham Minh Chinh, dan Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, dengan disaksikan Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




