DILI, 09 Desember 2025 (TATOLI)—Perdana Menteri (PM) Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, melakukan kunjungan resmi ke Yogyakarta – Indonesia dengan bertemu Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Senin (08/12).
Dalam laman resmi Pemerintah yang diakses Tatoli, menyebutkan bahwa kunjungan tersebut berlangsung di sela-sela agenda negosiasi tahap kedua mengenai Perbatasan Maritim antara Timor-Leste dan Indonesia.
“Suatu kehormatan bagi saya. Ini merupakan kehadiran pertama saya di Yogyakarta. Hal yang membuat saya merasa terkejut adalah baru mengetahui sejarah tentang Yogyakarta setelah bertemu langsung dengan Sri Sultan. Sebelumnya, saya hanya mengenal nama Yogyakarta, yang membuat saya sangat ingin datang untuk melihat Borobudur yang dekat dengan Yogyakarta, tetapi saya belum mengetahui perbedaan unik antara Yogyakarta dan provinsi-provinsi lainnya,” ujar PM Xanana dalam konferensi pers bersama usai pertemuan.
PM Xanana menyampaikan rasa hormatnya dapat berbincang langsung dengan Sri Sultan, serta memahami keragaman Indonesia dengan ribuan pulau kecil yang dimilikinya.
Pada kesempatan yang sama, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan apresiasi atas kunjungan Perdana Menteri.
“Kami berbincang sedikit mengenai sejarah Yogyakarta. Benar bahwa kita perlu saling memberi masukan untuk kemajuan negara. Saya berharap kunjungan ini semakin mempererat hubungan, karena banyak warga Timor-Leste yang menempuh pendidikan di Yogyakarta,” ungkap Sultan.
Dalam kunjungan tersebut, PM Xanana didampingi Duta Besar Timor-Leste untuk Indonesia, Roberto Soares, serta Duta Besar Indonesia untuk Timor-Leste, Okto Dorinus Manik.
Sri Sultan Hamengkubuwono X, lahir 2 April 1946 dengan nama Bendara Raden Mas Herdjuno Darpito, adalah Sultan Ngayogyakarta Hadiningrat ke-10. Ia naik takhta sejak 1989 dan menjabat sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta sejak 3 Oktober 1998 hingga saat ini.
Lahir dari lingkungan bangsawan Keraton Yogyakarta, ia merupakan putra sulung Hamengkubuwana IX dan Kanjeng Raden Ayu Windyaningrum. Berdasarkan tradisi Keraton, posisinya sebagai putra tertua menjadikan dirinya sebagai penerus garis utama kesultanan.
Ia menempuh pendidikan di Fakultas Hukum, Universitas Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Sebelum resmi bertakhta, ia sudah aktif dalam berbagai urusan pemerintahan dan sosial di lingkungan keraton serta daerah, termasuk membantu ayahnya dalam tugas-tugas pemerintahan saat itu.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




