iklan

EKONOMI, HEADLINE

Transformasi digital dan inklusi keuangan jadi fokus utama BNU

Transformasi digital dan inklusi keuangan jadi fokus utama BNU

General Manager BNU, Paulo Lopes. Foto Tatoli/Cidalia Fatima

DILI, 05 Desember 2025 (TATOLI)— Banco Nacional Ultramarino (BNU) menegaskan komitmennya untuk memperkuat layanan digital dan memperluas inklusi keuangan di Timor-Leste melalui investasi berkelanjutan pada teknologi dan pengembangan produk yang menyasar kaum muda.

General Manager BNU, Paulo Lopes, mengatakan bahwa selama beberapa tahun terakhir BNU fokus pada modernisasi sistem pembayaran nasional dan perluasan akses terhadap layanan keuangan daring.

“Kami adalah bank pertama yang mengembangkan perbankan internet, bank pertama yang memiliki aplikasi seluler, dan masih menjadi satu-satunya bank yang memiliki kartu Visa internasional. Mesin kami juga menerima pembayaran Mastercard,” ungkap Paulo Lopes usai hadiri CEO Forum BCTL 2025 di Palm Spring Hotel, Jumat ini.

Paulo menambahkan bahwa kontribusi tersebut menjadi bagian dari upaya BNU untuk memperkuat ekosistem layanan keuangan yang aman, cepat, dan mudah diakses masyarakat.

Untuk mendukung inisiatif ini, BNU menginvestasikan sekitar $1 juta per tahun untuk peningkatan sistem teknologi informasi dan pembangunan platform baru.

“Investasi TI sebesar $1 juta per tahun adalah komitmen kami. Dan kami bermaksud untuk terus melakukannya,” tegasnya.

Saat ini, BNU memiliki lebih dari 50.000 klien, dan bank tersebut menargetkan pertumbuhan yang lebih besar melalui inovasi layanan serta pendekatan khusus bagi anak muda Timor-Leste.

Salah satu langkah yang diambil adalah peluncuran Rekening Pemuda BNU, produk gratis yang dapat dibuka oleh anak muda hingga usia 24 atau 25 tahun. Program ini menjadi strategi utama bank untuk memperluas inklusi keuangan dan menyiapkan generasi muda memasuki sistem keuangan formal.

“Akhir-akhir ini fokus utama kami adalah menarik minat semua anak muda Timor-Leste. Dengan Rekening Pemuda BNU, kami berupaya berkontribusi pada inklusi keuangan dan berinvestasi pada masa depan Timor,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Timor-Leste memiliki populasi muda yang besar 65% penduduk berusia di bawah 30 tahun, sehingga membangun hubungan awal dengan kelompok usia ini merupakan investasi jangka panjang bagi sistem keuangan nasional.

“Ketika kami berinvestasi pada kaum muda, kami berinvestasi untuk masa depan Timor,” tutup Paulo Lopes. 

Reporter :  Cidalia Fátima

Editor    : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!