iklan

OLAHRAGA

Perdana Menteri Xanana resmikan Lapangan Multifungsi

Perdana Menteri Xanana resmikan Lapangan Multifungsi

Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão didampingi Menteri Pekerjaan Umum, Samuel Marcal meresmikan lapangan multifungsi yang dinamai ‘ Lapangan Xananai’ di kampung São Jose, Delta IV, Dili, pada Kamis sore. Foto Tatoli/ Mirandolina Barros Soares

DILI, 04 Desember 2025 (TATOLI)— Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão didampingi Menteri Pekerjaan Umum (MOP), Samuel Marcal  meresmikan lapangan multifungsi  yang dinamai ‘ Lapangan Xananai’ di kampung São Jose, Delta IV, Dili, pada Kamis sore.

Dalam acara peresmian itu, PM Xanana  meminta para kaum muda untuk menjaga lapangan tersebut untuk pertandingan olahraga bagi semua warga di Delta I, II, III dan IV bukan digunakan untuk pelatihan bagi perguruan seni bela diri.

“Para pemuda harus saling mengasihi dan menghargai makna kedamaian, pertandingan olahraga bukan untuk mencari kemenangan, melainkan olahraga membuat kita saling kenal,” tegas PM Xanana.

Sementara itu, Menteri Samuel Marcal   mengatakan, tujuan utama membangun lapangan tersebut untuk membangun perdamaian dan persatuan warga karena melalui pertandingan olahraga dapat memberikan hiburan yang menyatukan masyarakat.

“‍Hari ini kita meresmikan lapangan ini, sebagai fasilitas untuk memperkuat kedamaian dan persatuan di kampung ini, dan ini bukan hanya untuk Delta IV saja, melainkan juga untuk warga di Delta I, II dan Delta III  dapat menggunakan lapangan ini.” Kata Menteri MOP dalam acara peresmian tersebut.

Menteri Samuel juga meminta kepada para pemuda untuk menjaga lapangan tersebut agar tetap terawat sehingga dapat digunakan hingga waktu yang lama.

“Lapangan multifungsi tersebut dapat digunakan untuk pertandingan olahraga seperti, futsal, bulutangkis, basketball, Bola Volly dan lainnya, termasuk jika ada konser kecil bisa mengunakan lapangan ini karena dapat menghibur para warga di kampung tersebut,” ujarnya.

Menteri Samuel juga meminta para warga di kampung tersebut untuk membentuk struktur kelompok dalam merawat lapangan tersebut.

“Dana yang dialokasi untuk pembangunan lapangan tersebut hampir $300 ribu, yang di kerjakan oleh perusahan lokal, dimana dibangun sekitar empat hingga lima bulan saja,” ujar Menteri itu.

Ditempat yang sama Ketua Kampung Jose Mucasana mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah ke-IX melalui Perdana Menteri dan Menteri MOP, atas pembangunan lapangan tersebut untuk stabilitas warga kampung.

“Sebagai otoritas, kepala kampung atas nama warga, saya mengucapkan terimakasih, dan semua pemuda disini mengucapkan terimakasih kepada PM Xanana dan Menteri MOP,” ucapnya.

Lapangan multifungsi yang dinamai ‘ Lapangan Xananai’. Foto GPM

Pemerintah memberi nama lapangan tersebut ‘Xananai’ untuk menghargai penemuan fosil baru dari penelitian yang dilakukan oleh IGTL (Institut Geosains Timor-Leste) yang diberi nama Xananai.

Sementara itu, Ketua IGTL, Jo Brites dos Santos mengatakan  nama Xananai diambil dari nama Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão, karena menurut IGTL Xanana merupakan sosok yang berkontribusi penuh atas kemerdekaan dan stabilitas rakyat TL.

“Di beberapa tahun lalu, kami bekerja sama dengan University of Western Australia, geologi kami mempelajari di daerah Manatuto khususnya di daerah yang disebut pualaka, jadi dengan kejadian itu kami melakukan penelitian tentang batuan sedimen, jadi untuk mengetahui batuan sedimen kami harus mengambil fosilnya untuk dianalisis. Dimana dalam analisis fosil tersebut, kami menemukan fosil baru, tidak ada di dunia melainkan hanya di Timor. Jadi dengan inisiatif kami sendiri, untuk menghormati Perdana Menteri kita, maka fosil ini kami putuskan untuk dinamakan Xananai, untuk menghormati dedikasi dan kontribusi PM kita untuk negara ini,” kata Ketua IGTL,

Dikatakan, IGTL juga akan membuat plakat untuk ditempatkan di lapangan tersebut, sebagai informasi edukasi bagi pengunjung dan warga setempat untuk  mengetahui apa itu fosil Xananai.

“Fosil ini sekarang telah dipublikasikan di jurnal internasional, yang terdaftar dalam literatur ilmuwan internasional, jadi orang manapun yang menemukan fosil yang sama di negara mana pun, tidak dapat mengubah nama fosil,”jelasnya.

IGTL juga merasa terhormat dan bangga kepada Pemerintah khususnya MOP menamai lapangan serbaguna tersebut Xananai yang mana mengakui hasil penelitian dari IGTL.

Reporter : Mirandolina Barros Soares

Editor : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!