DILI, 01 Desember 2025 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi kebakaran dahsyat yang melanda kompleks apartemen Wang Fuk Court, Hong Kong, yang menewaskan lebih dari seratus orang dan menjadi kebakaran paling mematikan di kota tersebut dalam lebih dari tujuh dekade.
Perdana Menteri Republik Demokratik Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, menyebut insiden tersebut sebagai peristiwa tragis dan sangat menyakitkan. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan bahwa hati rakyat Timor-Leste bersama keluarga, sahabat, dan semua pihak yang kehilangan orang tercinta maupun yang masih dinyatakan hilang.
“Kebakaran dahsyat yang terjadi di Hong Kong merupakan peristiwa tragis dan sangat menyakitkan. Hati kami bersama keluarga dan teman-teman dari semua yang kehilangan nyawa, serta mereka yang masih hilang,” ujar Perdana Menteri dalam siaran pers yang diakses TATOLI.
Xanana Gusmão juga memberikan penghormatan kepada para petugas pemadam kebakaran dan tim penyelamat yang bekerja di garis depan.
“Kami menyampaikan penghormatan atas keberanian luar biasa para petugas pemadam kebakaran, tim tanggap darurat, dan semua orang yang bekerja tanpa lelah dalam operasi penyelamatan dan pemulihan. Atas nama Pemerintah dan rakyat Timor-Leste, saya menyampaikan solidaritas kami kepada rakyat Tiongkok di masa yang sangat sulit ini,” tambahnya.
Kebakaran besar di Wang Fuk Court terjadi pada Rabu, 26 November 2025. Api dilaporkan bermula dari bagian luar bangunan, tepatnya pada perancah dan jaring pelindung yang dipasang di Menara Wang Cheong House, yang tengah menjalani renovasi.
Kompleks itu sendiri terdiri dari delapan menara hunian tinggi dengan sekitar 1.900 hingga 2.000 unit apartemen.
Api menyebar dengan sangat cepat dipicu kombinasi angin kencang, material renovasi yang mudah terbakar seperti papan busa dan jaring pelindung plastik, serta struktur perancah bambu yang membungkus bangunan.
Keadaan diperparah oleh kegagalan sistem peringatan kebakaran, banyak alarm gedung dilaporkan tidak berfungsi sehingga sebagian besar penghuni tidak sempat menyelamatkan diri.
Laporan awal menyebutkan sedikitnya 128 orang meninggal dunia dan sekitar 200 lainnya hilang. Jumlah korban terus meningkat seiring proses pencarian, hingga otoritas mengkonfirmasi total korban tewas mencapai 146 orang. Ribuan warga berhasil dievakuasi dan kini ditampung di pusat-pusat penampungan darurat.
Dalam situasi penuh kesedihan ini, Pemerintah Timor-Leste menegaskan solidaritasnya, sekaligus menyampaikan dukungan moral kepada rakyat Tiongkok dan semua pihak yang terdampak langsung oleh tragedi di Wang Fuk Court.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




