iklan

EKONOMI, HEADLINE

KTT pertambangan dan perminyakan, Presiden Ramos-Horta soroti visi ketahanan energi

KTT pertambangan dan perminyakan, Presiden Ramos-Horta soroti visi ketahanan energi

Ladang perminyakan Bayu-Undan. Foto/ConocoPhillips

DILI, 25 November 2025 (TATOLI)—Presiden Republik, José Ramos-Horta menegaskan kembali komitmen Timor-Leste untuk membawa pipa gas Greater Sunrise ke darat (onshore), dan menggambarkannya sebagai sebuah imperatif strategis bagi pembangunan industri negara.

Hal tersebut diungkapkan dalam pidatonya di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pertambangan dan Perminyakan Timor-Leste, yang digelar di Jl World, Areia Branca, Dili.

Kepala Negara menyoroti dua dekade sudah perdamaian, stabilitas demokrasi, dan peringkat tinggi Timor-Leste dalam kebebasan pers dan menekankan posisi unik negara sebagai anggota ASEAN ke-11, sekaligus jembatan komersial vital antara Asia Tenggara dan Australia.

Kepala Negara mencatat bahwa keberhasilan pengelolaan Dana Kekayaan Negara (Sovereign Wealth Fund) dan warisan ladang Bayu-Undan telah memberikan stabilitas keuangan dan keahlian teknis yang diperlukan untuk memajukan proyek-proyek baru.

Presiden juga merinci peta jalan yang jelas untuk transisi energi yang bertanggung jawab, dengan mengumumkan bahwa pembangunan pembangkit listrik tenaga surya skala besar pertama di negara Timor-Leste berkapasitas 72 MW di Manatuto, dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2026.

Berita terkait : CGT-TL dan MPRM dorong dialog terbuka soal pengelolaan dana perminyakan  

Dikembangkan dalam kemitraan dengan perusahaan Jepang dan Prancis, infrastruktur ini akan secara signifikan mengurangi ketergantungan pada diesel impor dan membantu mencapai elektrifikasi nasional secara menyeluruh.

Secara bersamaan, Kepala Negara menyatakan dukungan kuat untuk eksplorasi hidrokarbon yang berkelanjutan, mengutip kemajuan positif di ladang Chuditch milik Finder Energy, yang berada di jalur yang tepat untuk memulai produksi pada tahun 2027, guna memastikan aliran pendapatan yang diperlukan untuk mendanai pembangunan nasional.

Di luar sektor energi, Presiden Ramos-Horta memperjuangkan perluasan Ekonomi Biru, menyoroti investasi besar Jepang pada galangan kapal domestik baru yang diproyeksikan akan mempekerjakan hingga 4.000 warga Timor-Leste pada akhir dekade ini.

Selanjutnya, Presiden memperkuat potensi Timor-Leste sebagai tujuan global utama untuk ekowisata, mengutip studi Conservation International yang mengonfirmasi bahwa perairan nasional negara tersebut menyimpan salah satu keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia, termasuk terumbu karang yang masih asli dan beragam spesies paus.

Presiden menutup pidatonya dengan mengundang para mitra global untuk berinvestasi di negara yang tidak hanya menawarkan sumber daya alam yang melimpah, tetapi juga kejelasan regulasi dan nilai-nilai demokrasi yang mendalam.

Reporter     : Mirandolina Barros Soares

Editor          : Julia Chatarina

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!