DILI, 12 November 2025 (TATOLI) – Pada peringatan ke-34 Tragedi atau Pembantaian Santa Cruz, Perdana Menteri, Kay Rala Xanana Gusmão menegaskan bahwa peristiwa bersejarah ini mengajarkan nilai penting tentang persatuan dan kerja sama demi kepentingan nasional.
Upacara peringatan berlangsung di Pemakaman Santa Cruz, dihadiri oleh ratusan pemuda, tokoh masyarakat, dan pejabat pemerintah.
PM Xanana menyampaikan bahwa banyak pemuda yang hadir menunjukkan ketertarikan generasi baru untuk memahami perjuangan kemerdekaan Timor-Leste yang dimulai dari prosesi demonstrasi pada 12 November 1991.
“Sejarah 12 November mengajarkan kita bahwa ketika berbicara tentang kepentingan nasional, kita tidak bisa terpecah belah. Semua pihak boleh memiliki pemikiran berbeda, tetapi untuk kepentingan bangsa, kita harus bersatu,” ujar Xanana Gusmão.
Dalam upacara, selain bendera Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL), juga terdapat bendera Portugal dan bendera partai FRETILIN serta UDT. Xanana menekankan bahwa meskipun kedua partai memiliki perbedaan ideologi, para pemuda 12 November bersatu demi mempertahankan kemerdekaan.
“Inilah yang diajarkan pemuda 12 November kepada kita. Semangat persatuan ini harus diingat, khususnya bagi para pemuda saat ini, agar dapat meneruskan nilai-nilai perjuangan mereka,” tambahnya.
PM Xanana juga menyoroti momentum tahun ini sebagai perayaan 50 tahun Proklamasi Kemerdekaan Sepihak Timor-Leste, yang menandai keberanian para pendiri bangsa untuk menyatakan kemerdekaan meskipun menghadapi tekanan eksternal.
“Para pendiri kita mengambil langkah berani pada 28 November 1975, mengirim utusan ke luar negeri untuk menuntut pengakuan dunia atas kemerdekaan Timor. Pada 07 September, musuh menyerbu Dili, namun pemuda dan rakyat bersatu mempertahankan hak mereka untuk merdeka,” kata PM Xanana.
Ia menekankan bahwa pengorbanan dan keberanian generasi sebelumnya menjadi teladan bagi pemuda masa kini, agar selalu menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi atau politik kelompok.
“Mereka memahami bahwa kemerdekaan tidak datang sendiri. Persatuan rakyat dan keberanian untuk melawan penjajah adalah kunci, dan ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua,” pungkasnya.
Peringatan tahun ini menjadi momen refleksi sekaligus penguatan nilai persatuan bagi generasi muda Timor-Leste, agar semangat perjuangan Santa Cruz tetap hidup dan menjadi pedoman dalam membangun bangsa.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




