OECUSSE, 11 November 2025 (TATOLI) – Kepolisian Nasional Timor-Leste (PNTL) melalui Satuan Patroli Perbatasan (UPF – Unidade Patrollamentu Fronteira) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI-AD) melalui Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas-Pamtas) Sektor Barat, melaksanakan patroli koordinasi guna memastikan keamanan di garis perbatasan Wini-Sakato, Desa Nipani, Pante Makasar, Daerah Administratif Khusus Oecusse Ambeno (RAEOA).
Satuan Patroli Perbatasan (UPF) yang dipimpin Komandan UPF, Euclides Belo, bersama TNI-AD melalui Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas-Pamtas) Sektor Barat yang dipimpin Letnan Kolonel Arh Endis Fahrul Rizal, melaksanakan patroli koordinasi pada Selasa (10/11). Satuan tugas tersebut akan melaksanakan patroli koordinasi guna memastikan keamanan di garis perbatasan Wini-Sakato, Desa Nipani, Pante Makasar, RAEOA.
Komandan UPF, Euclides Belo, menginformasikan bahwa patroli terkoordinasi ini memiliki tiga tujuan utama, yaitu mempererat tali silaturahmi, meninjau kondisi pilar-pilar perbatasan, dan membahas rencana kegiatan ke depan.
Ia menjelaskan, tujuan pertama patroli terkoordinasi ini adalah mempererat kerja sama antara TNI dan UPF di perbatasan, sehingga tercipta sinergi pengamanan antara kedua pihak.
Tujuan kedua adalah meninjau kondisi pilar-pilar perbatasan antara Timor-Leste dan Indonesia. Berdasarkan pemeriksaan, pilar-pilar maupun papan pengumuman yang telah dipasang di wilayah Sakato-Wini dalam kondisi baik.
Tujuan ketiga, melalui pertemuan resmi ini, diharapkan dapat menghasilkan gagasan untuk rencana kegiatan ke depan, termasuk penggalakan olahraga persahabatan, kegiatan sosial, serta patroli terkoordinasi di perbatasan Oésilo, Pássabe, dan Nítibe.
“Kami berharap hubungan yang terjalin saat ini dapat menjamin masyarakat perbatasan bahwa otoritas keamanan tidak hanya menjalankan sebagian tugas, tetapi juga fokus menjaga keamanan. Karena itu, masyarakat harus mematuhi aturan negara dan tidak melanggar regulasi. Jika ada kebutuhan budaya atau sosial, perlu berkoordinasi dengan UPF dan TNI, dan tidak mencari jalan sendiri melalui jalur ilegal. Saat ada risiko, informasi harus disampaikan, karena kedua misi keamanan siap 24 jam untuk memastikan keamanan di perbatasan,” ujar Komandan Belo di perbatasan Sakato.
Sementara itu, Komandan Satgas-Pamtas, Letnan Kolonel Arh Endis Fahrul Rizal menilai patroli terkoordinasi ini sangat penting untuk menjaga keamanan di perbatasan.
“Hari ini kita melaksanakan patroli gabungan dengan UPF untuk menjaga perbatasan, memperkuat persaudaraan, dan memelihara komunikasi yang baik. Sebagai saudara, kita melaksanakan tugas menjaga keamanan wilayah melalui patroli gabungan. Kegiatan ini penting agar kita bisa bersinergi dan memahami batas wilayah, sehingga aktivitas ilegal di perbatasan dapat dicegah,” ujarnya.
Jumlah pilar di sektor barat perbatasan antara Timor-Leste dan Indonesia, mulai dari Wini-Sakato, Oésilo, dan Pássabe hingga Naktuka-Oépoli, tercatat sebanyak 585 pilar.
Reporter : Abílio Elo Nini
Editor : Armandina Moniz




