DILI, 11 November 2025 (TATOLI) – Catholic Relief Services (CRS) dan Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan (MAPPF), hari ini menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk pemanfaatan larva lalat tentara hitam dalam memajukan budidaya ikan dan meningkatkan gizi di Timor-Leste.
Acara penandatanganan dilakukan oleh Direktur CRS, Yane Tamonob Pinto, dan Menteri MAPPF, Marcos da Cruz, di kantor MAPPF, Comoro, Dili.
Direktur CRS di Timor-Leste, Yane Tamonob Pinto, mengatakan CRS telah memfasilitasi 20 keluarga pembudidaya ikan di Daerah Administrasif Ossu, Kotamadya Viqueque, dengan mengembangkan larva lalat tentara hitam sebagai pakan ikan, dan hasilnya menunjukkan kemajuan yang baik.
“Hasilnya sangat baik. Karena itu, kami ingin bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan untuk memproduksi lebih banyak larva lalat tentara hitam sebagai alternatif pakan ikan di Timor-Leste,” kata Direktur Negara CRS, Yane Tamonob Pinto, pada wartawan di kantor MAPPF, Selasa ini.

Menurutnya, lalat tentara hitam dikembangkan sebagai bagian dari proyek percontohan inovatif untuk meningkatkan produktivitas ikan menggunakan pakan berkelanjutan yang diproduksi secara lokal di Timor-Leste.
“Dulu dianggap hama, serangga ini kini menjadi kunci dalam memajukan budidaya ikan dan meningkatkan gizi. Para petani mengembangbiakkan larva lalat tentara hitam menggunakan sisa makanan, mengubahnya menjadi pakan ikan yang kaya nutrisi,” ujarnya.
Ia mengakui solusi ramah lingkungan tersebut akan meningkatkan produksi ikan, membangun ketahanan iklim, serta memperkuat mata pencaharian petani.
Di tempat yang sama, Sekretaris Negara untuk Perikanan, Domingos da Conceição dos Santos, mengapresiasi inisiatif CRS dalam melaksanakan program tersebut. Ia berharap produksi larva lalat tentara hitam dapat menjadi alternatif pengganti pakan ikan yang mahal di pasaran.
“Penandatanganan MoU ini akan berlaku selama satu tahun dan akan dilaksanakan di Kotamadya Viqueque, Ossu. Semoga CRS dan MAPPF dapat bekerja sama dengan baik agar program ini mampu menekan biaya pakan ikan di Timor-Leste,” pungkasnya.
Studi Pakan Ikan Akuakultur ini didanai oleh Shah Family Innovation Lab di Universitas Purdue (Indiana, Amerika Serikat) dan dilaksanakan oleh CRS. Studi tersebut bertujuan untuk meningkatkan produksi ikan melalui metode pemberian pakan alternatif yang diproduksi secara lokal.
Untuk diketahui bahwa, larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly) adalah serangga yang sering disebut maggot yang sangat efektif untuk menguraikan sampah organik. Maggot ini tidak berbahaya bagi manusia dan dapat menjadi pakan alternatif yang kaya protein dan nutrisi untuk hewan ternak seperti unggas, ikan, dan burung. Proses budidayanya bisa dilakukan dengan cara mengumpulkan sampah organik dan membiarkannya dimakan oleh maggot, sehingga mengurangi tumpukan sampah sekaligus menghasilkan pupuk kompos dan pupuk organik cair.
Reporter: Mirandolina Barros Soares
Editor: Armandina Moniz




