iklan

EKONOMI

Program MCI Award 2025 dorong pertumbuhan ekonomi nasional  

Program MCI Award 2025 dorong pertumbuhan ekonomi nasional   

Kementerian Perdagangan dan Industri (MKI) secara resmi meluncurkan Program Penghargaan MCI 2025 bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Foto Tatol

DILI, 22 Oktober 2025 (TATOLI) – Kementerian Perdagangan dan Industri (MKI) secara resmi meluncurkan Program Penghargaan MCI 2025 bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi mereka dalam mendorong inovasi, pertumbuhan, dan ketahanan ekonomi nasional.

Direktur Jenderal Perdagangan MCI, Nelito Lima de Araújo, menjelaskan bahwa program penghargaan ini merupakan kegiatan dua tahunan yang diselenggarakan oleh kementerian. Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan semata-mata hadiah besar, melainkan bentuk pengakuan dan motivasi bagi pelaku usaha kecil di seluruh negeri.

“Tujuan kami adalah memberikan apresiasi kepada UMKM yang terus bekerja keras, berdedikasi, dan berinovasi. Penghargaan ini akan diberikan setiap dua tahun, dan tidak hanya dilaksanakan di kotamadya Dili, tetapi juga di seluruh 12 kotamadya termasuk Oé-Cusse,” ujar Nelito dalam peluncuran, Selasa ini di kantor MCI.

Ia menambahkan, setelah seluruh data peserta terkumpul, tim teknis akan melibatkan berbagai kementerian terkait untuk melakukan analisis dan menentukan para pemenang Penghargaan MKI 2025, yang dijadwalkan diumumkan pada bulan Desember mendatang.

Sementara itu, Direktur Nasional Dukungan Pengembangan UMKM, Reinaldo Borges, menyebut bahwa program tahun ini mengusung tema “Inovasi untuk Pertumbuhan dan Ketahanan Ekonomi.”

“Penghargaan ini bertujuan mengakui peran penting UMKM dalam menciptakan solusi sosial, memperluas lapangan kerja, dan menjadi contoh bagi pelaku usaha lainnya di seluruh Timor-Leste,” ucapnya.

Menurut Reinaldo, dasar pelaksanaan program ini merujuk pada Peraturan Menteri Nomor 72 Tahun 2023, yang menegaskan tanggung jawab MCI dalam mengembangkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai kunci pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Dalam proses seleksi, MCI menetapkan sejumlah kriteria bagi perusahaan peserta, antara lain perusahaan harus dimiliki oleh warga negara Timor-Leste atau asing yang beroperasi di dalam negeri, dan telah beroperasi minimal lima tahun, tetap mempekerjakan dan membayar pekerja sejak pandemi Covid-19, serta taat membayar pajak, berinovasi, dan berkontribusi terhadap diversifikasi ekonomi dan ekspor produk lokal.

Sementara itu, Menteri Perdagangan dan Industri, Filipus Nino Pereira, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat pemulihan ekonomi nasional.

“UMKM Timor-Leste telah membuktikan ketahanannya meski menghadapi tantangan akses pasar dan keuangan. Mereka tetap berkontribusi dalam pelayanan masyarakat dan penciptaan lapangan kerja,” katanya.

Menteri Nino juga menekankan pentingnya penguatan modal dan akses pasar bagi UMKM agar dapat tumbuh lebih mandiri, berdaya saing, serta berperan aktif dalam mendukung diversifikasi ekonomi nasional.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!