iklan

EKONOMI

Waskita Karya laksanakan proyek AIPNL, Masyarakat Marinir Beto-Tasi mulai relokasi

Waskita Karya laksanakan proyek AIPNL, Masyarakat Marinir Beto-Tasi mulai relokasi

Perusahaan Waskita Karya memulai pelaksanaan proyek perluasan landasan pacu Bandara Internasional Kepresidenan Nicolau Lobato (AIPNL) di Comoro. Foto Media MTK

DILI, 06 Oktober 2025 (TATOLI)– Perusahaan Waskita Karya resmi memulai pelaksanaan proyek perluasan landasan pacu Bandara Internasional Kepresidenan Nicolau Lobato (AIPNL) di Comoro dan masyarakat terdampak di Marinir Beto-Tasi mulai merelokasi rumah mereka setelah menerima kompensasi dari pemerintah.

Hal ini disampaikkan oleh Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu terkait peninjauan langsung kegiatan di lapangan bersama Kepala Kabinet MTK, José da Costa, serta tim dari Perusahaan Umum Administrasi Bandar Udara dan Navigasi Udara Timor-Leste (ANATL, E.P.), didampingi Kepala Desa Madohi, Bernadino de Cristo pada Sabtu (04/10).

Menteri Miguel menyampaikan penghargaan kepada masyarakat yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam proses relokasi. Berdasarkan pengamatan di lapangan, beberapa warga mulai merobohkan rumah mereka untuk memberi ruang bagi pelaksanaan proyek.

Dalam wawancara dengan media disela-sela acara Seminar Internasional bertema “Mempromosikan Infrastruktur Digital yang Tangguh dan Teknologi Mutakhir untuk Pembangunan Berkelanjutan”, yang dilakukan di  Hotel Novo Turismo Dili, Senin ini,  Menteri Miguel menjelaskan bahwa proses relokasi dan kompensasi berasal dari keputusan Komisi Pertanahan dan keputusan Pengadilan.

“Uang yang kita alokasikan ganti rugi itu untuk rumah, tanaman yang ada di atas lahan itu yang kita bayar, karena ada 50 KK (Kepala keluarga) yang masuk sengketa dan sekitar 40 KK mengakui tanah itu bukan milik mereka, dan mereka sudah menerima ganti rugi dan untuk 50 KK prosesnya harus dilanjutkan, karena sudah ada putusan Pengadilan,” kata Menteri Miguel.

Ia menegaskan bahwa semua langkah dilakukan sesuai keputusan hukum dan untuk kepentingan perluasan bandara. Di lokasi, Waskita Karya mulai mengerahkan alat berat, termasuk ekskavator, untuk menyingkirkan rumah dan pepohonan milik masyarakat terdampak.

“Untuk mereka yang belum menerima kompensisa terkait kepemilikan lahan, sudah menjadi tanggung jawab Tim Komisi Pertahanan yang sebelumnya melakukan koordinasi karena MTK hanya berfokus untuk menjamin pelaksanaan proyek.

Selain meninjau proses relokasi, Menteri Miguel juga mengecek jaringan pengaman di AIPNL agar tetap terjaga selama proyek berjalan. Proyek AIPNL diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan standar operasional bandara, mendukung konektivitas internasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus tetap memperhatikan hak dan kompensasi masyarakat terdampak. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!