DILI, 06 Oktober 2025 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MTK) mulai menyusun Kebijakan Siber Nasional sebagai langkah strategis dalam menghadapi era transformasi digital dan memperkuat kedaulatan negara di dunia maya.
Menteri Transportasi dan Komunikasi, Miguel Marques Gonçalves Manetelu, menyampaikan hal tersebut dalam pidatonya saat membuka Seminar Internasional bertema “Mempromosikan Infrastruktur Digital yang Tangguh dan Teknologi Mutakhir untuk Pembangunan Berkelanjutan”. Dimana seminar itu diselenggarakan oleh Otoritas Komunikasi Nasional (ANC) Timor-Leste bekerjasama dengan Otoritas Komunikasi Nasional (ANACOM) Portugal dan digelar di Hotel Novo Turismo Dili, Senin ini.
Menurutnya, penyusunan Kebijakan Siber Nasional akan menjadi fondasi penting untuk menciptakan ekosistem digital yang aman, tangguh, dan inklusif.
“Dalam konteks inilah MTK Timor-Leste sedang menyusun Kebijakan Siber Nasional, sebuah dokumen yang menguraikan visi negara yang terintegrasi secara digital, aman, dan berdaulat, yang mampu melindungi data dan infrastruktur penting serta berpartisipasi aktif dalam ekonomi dan tata kelola digital global,” ungkap Menteri Miguel di dalam seminar.
Lebih lanjut, Menteri Miguel menjelaskan bahwa kebijakan tersebut akan berfokus pada lima tujuan utama, yaitu :
- Memodernisasi dan memperluas konektivitas di seluruh wilayah nasional
- Memperkuat keamanan dan ketahanan sistem informasi
- Mempercepat digitalisasi ekonomi dan administrasi publik
- Menegaskan kedaulatan digital nasional
- Melindungi hak-hak dasar masyarakat serta mempromosikan inklusi digital
Kebijakan ini, katanya, akan diimplementasikan sejalan dengan Program Pemerintahan Konstitusional ke – IX melalui langkah-langkah konkret seperti penguatan peran ANC sebagai otoritas regulasi sektor komunikasi, serta penyusunan undang-undang tentang keamanan siber, kejahatan siber, dan perlindungan data.
Menteri Miguel juga menyoroti pentingnya pembangunan Kabel Bawah Laut Selatan Timor-Leste (TLSSC) yang telah terpasang dan segera beroperasi. Infrastruktur ini dinilainya sebagai gerbang utama menuju ekonomi digital global.
“TLSSC bukan sekadar koneksi serat optik, tetapi simbol kedaulatan digital kita. Proyek ini akan mengurangi biaya, meningkatkan kapasitas koneksi, dan menghubungkan Timor-Leste langsung dengan jaringan internasional,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur digital harus terintegrasi dengan sektor transportasi lainnya seperti pelabuhan, bandara, dan jalan raya, yang semuanya merupakan urat nadi perekonomian nasional.
“Sebagaimana kita berinvestasi di Pelabuhan Teluk Tibar dan memperluas Bandara Internasional Nicolau Lobato, kita juga berinvestasi pada jaringan digital untuk mengangkut data dan informasi,” ungkapnya.
Menteri Miguel menegaskan, keberhasilan transformasi digital tidak bisa dicapai secara terpisah, melainkan memerlukan kolaborasi lintas sektor dan dukungan internasional.
“Kehadiran ANACOM dan mitra-mitra lainnya menjadi bukti bahwa transformasi digital adalah upaya bersama. Pengalaman Portugal di bidang regulasi dan inovasi digital akan memperkuat kemampuan nasional kita dalam mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan Timor-Leste,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik dari pemerintah, sektor swasta, akademisi, maupun masyarakat sipil, untuk berpartisipasi aktif dalam proses digitalisasi yang berkelanjutan dan inklusif.
“Mari kita bekerja bersama membangun masa depan digital yang tangguh, aman, dan berdaulat bagi rakyat Timor-Leste,” pungkas Menteri Miguel.
Untuk diketahui bahwa, Kebijakan Siber Nasional adalah kerangka kerja atau strategi pemerintah untuk menciptakan dan menjaga keamanan ruang siber nasional dengan melindungi infrastruktur vital dari serangan siber, mengelola risiko digital, serta meningkatkan kapabilitas dan kesadaran siber di berbagai sektor. Tujuannya adalah untuk mewujudkan ketahanan siber nasional yang mendukung stabilitas keamanan, pertumbuhan ekonomi digital, dan kedaulatan negara di era digital
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




