DILI, 02 Oktober 2025 (TATOLI) – Direktur Jenderal Sekretariat Negara untuk Koperasi (SEKoop), Olderico Lopes, menginformasikan bahwa hasil penelitian bersama SEKoop dan perusahaan Bali Honey Madu dari Indonesia menunjukkan bahwa Timor-Leste memiliki potensi untuk budidaya madu.
Menurut Olderico Lopes, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara pasti potensi budidaya madu di masa depan, karena kualitas madu sangat bergantung pada jenis bunga yang tersedia di daerah tertentu.
“Baru-baru ini kami melakukan penelitian di lima kotamadya, yakni Ermera, Liquiça, Aileu, Manatuto, dan Bobonaro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima kotamadya ini layak untuk budidaya madu di masa depan,” ujar Olderico Lopes kepada Tatoli di kantornya, Kamis ini.
Ia menambahkan, perusahaan Bali Honey Madu telah membawa hasil penelitian tersebut ke Indonesia untuk merencanakan langkah-langkah berikutnya pada tahun 2026.
Berita terkait : SEKoop sepakati riset budidaya lebah dengan Perusahaan Indonesia
Salah satunya adalah tahap budidaya, di mana delapan anggota dari lima koperasi kota akan melakukan studi banding ke Bali pertengahan bulan ini untuk mendapatkan pengalaman langsung dalam budidaya madu serta mengunjungi lokasi-lokasi penghasil madu.
“Target ini akan terlaksana pada tahun 2026. Bali Honey Company menilai Timor-Leste memiliki potensi madu dalam jumlah besar, namun belum mengetahui mekanisme panennya. Dengan kerja sama ini, mereka berkomitmen untuk membantu Timor-Leste mulai dari pembibitan, produksi, hingga pengemasan,” jelasnya.
Sebelumnya pada 16 September 2025, Sekretaris Negara untuk Koperasi (SEKoop), Arsénio Pereira, menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan Bali Honey Madu untuk melakukan penelitian mengenai lokasi potensial budidaya madu di Timor-Leste.
Menurut Arsénio, perjanjian yang disebut Letter of Agreement (LoA) ini bertujuan untuk melakukan penelitian besar-besaran guna menilai potensi Timor-Leste dalam sektor budidaya madu.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




