DILI, 25 September 2025 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Urusan Ekonomi (MCAE) dan Kementerian Pariwisata dan Lingkungan (MTA), bekerja sama dengan Bank Dunia melalui International Finance Corporation (IFC) serta TradeInvest Timor-Leste, secara resmi membuka Forum Investasi Pariwisata Timor-Leste 2025 dengan tema “Aksi untuk Waktu”.
Forum yang berlangsung di Dili Convention Center (CCD) ini akan digelar selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 September 2025.
Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup, Francisco Kalbuady Lay, mengatakan forum ini mencerminkan tekad dan urgensi untuk bertindak membuka potensi transformatif pariwisata bagi masa depan negara.
“Pariwisata bukan hanya pilar penting dalam Rencana Pembangunan Strategis Nasional 2011-2030, tetapi juga prioritas dalam program Pemerintah. Forum ini menjadi ajang utama bagi wirausahawan lokal, tidak hanya untuk menarik investasi, tetapi juga bertukar gagasan dan pengetahuan,” ujar Kalbuadi Lay.
Ia menegaskan, forum ini merupakan platform strategis untuk mengubah gagasan menjadi kemitraan, dan aspirasi menjadi investasi nyata.
Pemerintah menargetkan lima tujuan penting, yakni :
- Memperkuat kolaborasi antara Pemerintah, sektor swasta, dan mitra pembangunan
- Menarik investasi dan usaha bisnis inovatif guna meningkatkan daya saing pariwisata
- Memamerkan warisan wisata Timor-Leste, mulai dari pantai alami, lokasi menyelam kelas dunia, tradisi budaya, hingga peluang ekowisata
- Memposisikan Timor-Leste sebagai destinasi pariwisata andal dan berkelanjutan di Asia Tenggara dan Indo-Pasifik
- Mengidentifikasi serta mencari solusi atas tantangan yang dihadapi perusahaan pariwisata lokal
Kalbuadi Lay menambahkan, saatnya beralih dari perencanaan ke aksi nyata. Pemerintah siap menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui peningkatan infrastruktur, penyederhanaan regulasi, serta penguatan kemitraan publik-swasta.
“Namun, Pemerintah tidak dapat melakukannya sendiri. Kami membutuhkan gagasan, pengetahuan, dan sumber daya Anda. Mari bentuk kemitraan yang berani untuk membangun industri pariwisata yang berkembang pesat dan inklusif,” tegasnya.
Sementara itu, Perwakilan Bank Dunia di Timor-Leste, David Freedman, menegaskan IFC sebagai bagian dari Bank Dunia siap mendukung Pemerintah dalam menciptakan ruang kolaborasi investasi pariwisata.
Menurutnya, meskipun Bank Dunia belum memiliki proyek langsung di sektor pariwisata, sejumlah investasi di bidang konektivitas jalan, pengembangan sektor keuangan, dan perbaikan iklim bisnis dapat berkontribusi pada pertumbuhan pariwisata di Timor-Leste.
“Sebagian besar investasi akan berasal dari sektor swasta. Karena itu, diperlukan kerja sama erat antara sektor publik dan swasta agar tercipta kondisi yang mendorong investasi berkelanjutan,” ujar Freedman.
Hari pertama forum diawali dengan sesi pleno, penyajian informasi pariwisata, serta kelas master bagi sektor swasta untuk memperkuat kapasitas bisnis.
Pada hari-hari berikutnya, Menteri Kalbuadi Lay dijadwalkan mengadakan pertemuan meja bundar bersama sektor swasta untuk mendengar langsung tantangan di lapangan sekaligus merumuskan langkah konkret percepatan pengembangan pariwisata Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




