DILI, 24 September 2025 (TATOLI) — Perdana Menteri (PM) Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim, dan Perdana Menteri Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, menegaskan kembali komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus menyerukan penyelesaian damai atas krisis Myanmar dan Palestina.
Hal itu disampaikan dalam konferensi pers bersama usai pertemuan bilateral di Kantor Pemerintah, Dili, Rabu ini.
PM Xanana menekankan bahwa kunjungan resmi PM Anwar Ibrahim merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus tonggak penting dalam persahabatan antara Timor-Leste dan Malaysia, yang telah terjalin sejak pembukaan hubungan diplomatik pada tahun 2002.
“Pembicaraan kita hari ini berlangsung hangat dan produktif. Kami sepakat meningkatkan kerja sama di berbagai sektor, termasuk perdagangan dan investasi, pendidikan tinggi, kesehatan, dan pariwisata. Hal ini mencerminkan kepercayaan politik yang kuat dan komitmen bersama untuk keterlibatan lebih mendalam,” ujar Xanana.
Ia menambahkan, kedua negara menaruh perhatian besar pada pendidikan generasi muda melalui beasiswa dan kemitraan antarlembaga.
Selain itu, penguatan konektivitas juga menjadi prioritas, salah satunya melalui pembukaan layanan penerbangan Kuala Lumpur–Dili serta kebijakan bebas visa bagi warga Malaysia yang berkunjung ke Timor-Leste.
“Langkah-langkah ini akan memperkuat pariwisata, investasi, dan pemahaman budaya antar masyarakat. Malaysia juga telah menjadi pendukung setia keanggotaan Timor-Leste di ASEAN. Dukungan ini tidak akan dilupakan oleh rakyat kami,” tegasnya.
Perdana Menteri Xanana Gusmão menegaskan bahwa Timor-Leste dan Malaysia memiliki kesamaan pandangan dalam menyikapi krisis di Myanmar maupun Palestina.
“Mengenai Myanmar, kedua negara menegaskan kembali pentingnya persatuan ASEAN dan Konsensus Lima Poin sebagai dasar kemajuan menuju perdamaian dan demokrasi. Sementara mengenai Palestina, kita memiliki suara yang sama dalam menyerukan diakhirinya kekerasan, penghormatan terhadap hukum internasional, serta solusi yang adil yang mengakui hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri,” ujar Xanana.
Sementara itu, PM Malaysia Anwar Ibrahim menilai hubungan kedua negara luar biasa karena dilandasi kepercayaan, persahabatan, serta kesamaan aspirasi dalam memperjuangkan demokrasi, hak asasi manusia, dan kesejahteraan rakyat.
“Kami membahas mekanisme investasi dalam perdagangan, pariwisata, pendidikan, kesehatan, energi, dan keamanan maritim. Malaysia akan selalu hadir sebagai sahabat untuk saling membantu. Dalam ASEAN, kami gembira dapat melakukan yang terbaik untuk mempercepat proses keanggotaan penuh Timor-Leste,” kata PM Anwar.
Ia menjelaskan, Malaysia mendukung sepenuhnya pengaturan baru dalam berbagai bidang, termasuk pertahanan digital, pengadaan, pelatihan, serta berbagi informasi. Kedua negara, lanjutnya, menghadapi tantangan serupa sebagai negara maritim, seperti penangkapan ikan ilegal dan pelanggaran wilayah.
“Kami menyadari tantangan itu dan pentingnya kolaborasi. Malaysia juga siap berbagi pengalaman pembangunan sebagai negara yang pernah berada di posisi sama dengan Timor-Leste,” jelasnya.
Mengenai Myanmar, Anwar menyoroti perkembangan positif yang mulai terlihat melalui dukungan ASEAN. Ia memuji langkah awal pemerintah Myanmar yang menghentikan pengeboman dan memberikan akses kemanusiaan tanpa diskriminasi. Malaysia, kata PM Anwar, bahkan telah mendirikan rumah sakit lapangan dan militer untuk membantu korban.
“Kami bekerja sama dengan Thailand dan Kamboja dalam memastikan tidak ada eskalasi kekerasan lebih lanjut. Semua ini dilakukan dengan dukungan negara-negara ASEAN. Saya juga berterima kasih kepada Perdana Menteri Xanana atas dukungan kuat terhadap konsensus lima poin ASEAN,” tambahnya.
Di tingkat global, PM Anwar menegaskan kembali posisi tegas Malaysia yang menentang kekerasan Israel di Gaza. Ia menyesalkan pemboman yang terus berlanjut meski ada pengumuman pengakuan internasional.
“Datang dari Timor-Leste, yang memahami arti perjuangan kemerdekaan, kami sangat menghargai pendirian Anda dalam membela hak rakyat Palestina,” ujarnya.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




