DILI, 23 September 2025 (TATOLI) – Pemerintah Timor-Leste hari ini secara resmi meluncurkan fasilitas pembayaran biaya Bea Cukai melalui Internet dan Mobile Banking BNCTL, yang merupakan hasil kerja sama antara Otoritas Kebapeanan (AA), tim TileSW, dan Bank Perdagangan Nasional Timor-Leste (BNCTL).
Komisaris Otoritas Kebapeanan, Joanico Pinto, menjelaskan bahwa layanan ini hadir untuk memudahkan komunitas pedagang melakukan pembayaran kapan saja dan di mana saja, termasuk pada hari libur atau akhir pekan, selama tersedia akses internet yang aman.
“Fasilitas ini melengkapi platform pembayaran P-24 yang diluncurkan tahun lalu. Dengan adanya Internet/Mobile Banking, nasabah dapat memilih membayar melalui ATM P-24 atau layanan digital BNCTL, sehingga metode tunai dapat dihapuskan,” ungkap Joanico Pinto dalam pidatonya dalam acara peluncuran di Kementerian Keuangan, Selasa ini.
Ia menambahkan, penerapan pembayaran elektronik juga merupakan bagian dari komitmen Timor-Leste sebagai anggota tetap World Customs Organization (WCO) dan calon anggota tetap ASEAN yang akan diresmikan bulan depan.
“Sistem ini akan membuat perdagangan lebih fleksibel, efisien, aman, dan transparan,” tegasnya.
Sebelum peluncuran, Otoritas Kebapeanan telah melakukan tahap percontohan pada Agustus dengan melibatkan empat perusahaan lokal seperti SEA HOLDING.LDA, GIDEOMAR, UNIP.LDA, ASL.LDA, dan FORTUNA LOROSA’E.LDA. Dari uji coba tersebut, hingga 22 September berhasil terkumpul biaya Bea Cukai sebesar U$134.964,25 dari 95 transaksi.
Sementara, Ketua Dewan Direksi BNCTL, Januario da Gama, menekankan bahwa program ini sejalan dengan strategi digitalisasi bank.
“Peluncuran ini adalah bagian dari prioritas BNCTL untuk mendorong transisi dari pembayaran tunai ke pembayaran digital. Target kami, pada 2029 pembayaran tunai hanya tinggal 60 persen,” jelasnya.
Ia menambahkan, BNCTL terus mendorong inklusi keuangan agar seluruh masyarakat dapat mengakses layanan perbankan digital.
“Dengan sistem ini, agensi dan perusahaan akan lebih mudah melakukan pembayaran impor dan ekspor secara cepat, aman, dan tanpa proses manual,” lanjut Januario.
Dilain pihak, Gubernur Bank Sentral Timor-Leste (BCTL), Hélder Lopes, menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.
“Kerja sama ini membantu memperkuat kontribusi sektor swasta dalam pemungutan pendapatan. Program ini juga selaras dengan strategi BCTL untuk mendorong digitalisasi layanan keuangan dan inklusi keuangan,” ujarnya.
Menurutnya, BCTL memiliki tiga strategi prioritas, yakni memperluas pasar kredit, mendorong digitalisasi layanan keuangan, dan meningkatkan inklusi keuangan. Kehadiran sistem pembayaran digital Bea Cukai dinilai sejalan dengan dua strategi tersebut.
Ia juga menekankan pentingnya layanan perbankan internet dan seluler agar masyarakat dapat mengakses pembayaran dengan cepat, mudah, dan aman, sekaligus memastikan keamanan dana nasabah melalui penguatan sistem keamanan siber.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




