DILI, 19 September 2025 (TATOLI)-– Presiden Republik dan Peraih Nobel Perdamaian, José Ramos-Horta, menyelenggarakan Seri III Kuliah Presidensial 2025 di Istana Kepresidenan Nicolau Lobato, dengan mengangkat tema “Kewirausahaan: Bagaimana Memulai?”.
Acara yang digelar Jumat ini, menghadirkan sejumlah tokoh internasional di bidang bisnis, ekologi, eksplorasi, dan kemanusiaan untuk berbagi pengalaman serta menginspirasi generasi muda Timor-Leste.
Kuliah dibuka dengan pidato utama dari Professor Frederik Paulsen, Ketua Ferring Pharmaceuticals, yang menekankan pentingnya kepemimpinan dan semangat penemuan dalam dunia usaha.
Sesi dilanjutkan dengan presentasi aktivis lingkungan asal Brasil, Roberto Klabin, mengenai “Ekologi sebagai Kewirausahaan” berdasarkan pengalaman membangun model bisnis berbasis konservasi.
Peserta juga disuguhkan refleksi video bertema “Memulai dari Mana Saja” dari penjelajah Inggris David Hempleman-Adams serta pegiat lingkungan Amerika Clifton Foster.
Puncak kegiatan ditandai dengan diskusi panel “Memulai dengan Berani – Pelajaran dari Para Pelopor Global” yang menampilkan Ramos-Horta bersama para wirausahawan Ibrahim Sharaf, Christopher Mouravieff-Apostol, dan Warren Amason.
“Semangat kewirausahaan adalah semangat Timor-Leste sendiri : Tangguh, berdaya cipta, dan dibangun di atas visi masa depan yang lebih baik. Kuliah ini adalah ajakan bertindak bagi kaum muda kita untuk berani berinovasi dan membangun usaha demi kemakmuran bangsa,” tegas Presiden Ramos-Horta.
Sesi tanya jawab interaktif dengan mahasiswa, profesional, dan perwakilan sektor swasta menutup acara, memberi kesempatan peserta berdialog langsung dengan para panelis.
Seri Kuliah Presidensial merupakan program unggulan yang dirancang untuk merangsang wacana nasional terkait isu strategis pembangunan Timor-Leste.
Dengan menghadirkan tokoh-tokoh pemikir dunia, seri ini menjadi wadah berbagi pengetahuan global sekaligus mendorong generasi muda Timor-Leste untuk berkontribusi pada masa depan bangsa yang sejahtera.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




