DILI, 10 September 2025 (TATOLI)—Uskup Agung Keuskupan Agung Metropolitan Dili, Don Virgílio Kardinal do Carmo da Silva, SDB, menegaskan bahwa kunjungan Paus Fransiskus ke Timor-Leste pada September 2024 telah meninggalkan warisan iman yang mendalam bagi umat Katolik di tanah air.
Hal ini disampaikkan dalam homili saat memimpin Misa syukur peringatan satu tahun kunjungan Paus Fransiskus di Tasi-Tolu, Rabu (10/09/2025).
Menurutnya, kehadiran Paus memperkuat iman umat sekaligus menjadi tanda kasih dan persaudaraan.
“Melalui persaudaraan Paus Fransiskus, beliau datang untuk memperkuat iman kita kepada Tuhan, dengan harapan untuk masa depan dan meningkatkan kasih kita satu sama lain,” ungkap Kardinal.
Ia menjelaskan bahwa perayaan Misa bersama umat di Tasi-Tolu menjadi wujud nyata iman yang semakin diperkokoh melalui teladan dan doa Paus Fransiskus.
Menurut Kardinal Virgílio, kerendahan hati serta gestur penuh kasih Paus membuat umat Timor merasakan kedekatan dan perhatian Bapa Suci. Bahkan, Paus sendiri pernah menyatakan, “Hatiku telah jatuh untuk Timor-Leste”, setelah menyaksikan langsung iman dan sukacita rakyat sederhana, miskin, namun penuh kasih.
Lebih lanjut, Kardinal mengingatkan kembali pesan bersejarah Paus di Katedral Dili. Dalam pidatonya, Paus menekankan bahwa Timor-Leste, meski jauh dari Argentina, telah menunjukkan makna Injil yang sejati—menjadi pusat pembelajaran iman bagi masyarakat.

“Di negeri ini, Paus belajar bahwa kebahagiaan sejati datang dari rakyat yang sederhana dan rendah hati,” ujar Kardinal.
Ia pun memanjatkan doa agar Paus Fransiskus terus mendoakan Timor-Leste dari surga, sehingga bangsa ini tetap hidup dalam damai, persatuan, dan persaudaraan, serta mengembangkan nilai Injil sesuai budaya lokal.
Kardinal Virgílio menyampaikan syukur atas warisan yang ditinggalkan Paus, bukan hanya bagi Gereja tetapi juga bagi dunia. Warisan tersebut, katanya, menjadi inspirasi agar umat Katolik Timor-Leste dapat menjadi “gembala yang baik hati”, menolak ketidakadilan, penindasan, kekerasan, dan diskriminasi, serta terus memperkuat persaudaraan.
Ia menegaskan bahwa Paus Fransiskus menunjukkan sosok pemimpin rohani yang sederhana, tidak terikat pada kemegahan duniawi, melainkan lebih mengutamakan misi pelayanan pastoral.
Kunjungan pastoral Paus ke Timor-Leste pada 09–11 September 2024 menjadi kenangan indah bagi Gereja Katolik, terlebih karena beberapa bulan setelah itu, pada 21 April 2025, Paus Fransiskus berpulang di Basilika Santa Maria Maggiore, sesuai keinginannya.
Rangkaian perayaan syukur di Tasi-Tolu, termasuk Misa, vigili, konser, dan doa bersama, diikuti ribuan kaum muda, imam, biarawati, serta umat Kristiani. Perayaan itu mengingatkan kembali momen bersejarah saat ribuan umat Katolik hadir dalam Misa akbar Paus Fransiskus setahun silam.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




