DILI, 10 September 2025 (TATOLI) – Ribuan umat Katolik di Timor-Leste berkumpul di Tasi Tolu sore ini untuk mengikuti Misa peringatan satu tahun kunjungan Paus Fransiskus. Misa dimulai pukul 18.00 WTL dan akan ditutup dengan konser sebagai bagian dari rangkaian kegiatan peringatan.
Misa syukur dipimpin oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Metropolitan Dili, Kardinal Virgílio do Carmo da Silva, didampingi oleh Duta Besar Vatikan untuk Timor-Leste, Monsignor Marcel Smejkal, serta ratusan pastor dan suster.
Para umat hadir dengan berbagai atribut yang penuh makna. Beberapa mengenakan kaus putih yang sama seperti yang dipakai saat kunjungan Paus setahun lalu, sementara lainnya membawa payung kuning, simbol khas Vatikan.
Tidak sedikit yang membawa foto Paus Fransiskus selama kunjungannya di Dili antara 09–11 September 2024, sebagai kenangan dan penghormatan, bahkan salah satu Ary Bargon yang pernah diundang dalam pertemuan Paus Fransiskus bersama Komedian di Vatikan membuatkan sebuah patung Paus Fransiksus sebagai penghormatan.
Suasana Misa terasa hangat namun juga haru. Banyak peserta tampak terharu karena Paus Fransiskus, yang baru sempat mengunjungi Timor-Leste tahun lalu, telah meninggal dunia pada 21 April 2025.
Berita terkait : Paus Fransiskus tiba di Timor-Leste
Meski begitu, antusiasme masyarakat tetap tinggi, menunjukkan rasa cinta dan hormat mereka terhadap Paus yang begitu dicintai.
Frei Marciano A. Soares, OFM, dalam wawancara dengan TATOLI, mengatakan bahwa perayaan ini menjadi momen untuk mengingat kembali iman umat Katolik di Timor-Leste.
“Kami senang melihat antusiasme umat dalam merayakan keadilan Paus Fransiskus selama satu tahun. Ini juga mengingatkan umat, terutama kaum muda, untuk menghidupi iman sebagai budaya dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan komunitas, sebagaimana Paus Fransiskus ajarkan,” ujarnya.
Hal senada diutarakan, Umat Nemisio da Costa Belo menyampaikan kegembiraannya, meski misa tahun ini tidak seramai tahun kemarin.
“Saya sangat senang hari ini karena setahun lalu kami kedatangan Bapak Paus. Suasana saat itu begitu berkesan, dan hari ini kami ikut merayakan kembali dengan suka cita,” katanya.
Sementara, Adriana Maria Gomes menambahkan, “Hari ini kami senang bisa mengenang kunjungan Paus Fransiskus. Meski beliau telah meninggal, kami tetap mendoakan agar Timor-Leste maju dan berharap doa kami sampai kepada beliau di surga. Hati kami memang masih sedih, tapi peringatan ini menjadi pengingat bagi kita semua”.
Acara peringatan ditutup dengan konser Jovem Barullu pada malam hari, menampilkan lagu-lagu rohani dan penampilan dari berbagai kelompok seni lokal. Anak-anak dan remaja tampak ikut bernyanyi, menciptakan atmosfer penuh semangat dan kebersamaan.
Peringatan ini bukan hanya mengenang kunjungan Paus Fransiskus, tetapi juga menjadi refleksi bagi masyarakat Timor-Leste akan nilai kasih, perdamaian, dan persaudaraan yang selalu ditekankan Paus selama kunjungannya.
Dari kaus putih sederhana hingga payung kuning yang melambai-lambai, setiap detail menjadi simbol cinta dan hormat umat terhadap Paus Fransiskus, yang meninggalkan jejak mendalam bagi iman Katolik di Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




