iklan

EKONOMI, HEADLINE

Timor – Leste mulai inventarisasi pohon cendana untuk amankan investasi

Timor – Leste mulai inventarisasi pohon cendana untuk amankan investasi

Bibit pohon cendana. Foto Dokumen GIZ-Ai ba Futuru Project

DILI, 25 Agustus 2025 (TATOLI) – Sekretariat Negara Kehutanan (SEF) melalui Direktorat Jenderal Kehutanan saat ini sedang mempersiapkan rencana inventarisasi pohon Cendana di seluruh wilayah Timor-Leste. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui potensi sesungguhnya dari jenis pohon bernilai ekonomi tinggi tersebut.

Sekretaris Negara Kehutanan, Fernandito Viera da Costa, mengatakan inventarisasi ini penting untuk menyediakan data dan informasi yang jelas sebagai dasar hukum dalam menilai keuntungan dan kerugian pohon Cendana.

Ia mengakui data ini juga akan membantu Pemerintah mengambil keputusan terkait pengamanan investasi di sektor kehutanan.

“Kita tahu bahwa Cendana memiliki nilai ekonomi tinggi dan perlu dikomersialkan. Timor-Leste kaya akan pohon Cendana, tetapi data detailnya masih minim. Oleh karena itu, kita perlu melakukan inventarisasi. Data ini akan membantu menarik investor untuk berinvestasi di lahan kita. Saat ini kami sedang melakukan diskusi teknis, dan rencananya kegiatan inventarisasi akan dimulai pada akhir bulan ini, bukan awal September 2025,” ujar Fernandito Viera da Costa pada TATOLI di kantornya di Caicoli, hari ini.

Ia menjelaskan, inventarisasi ini juga akan mempermudah pengelolaan legalitas pohon Cendana. Masyarakat yang memiliki perkebunan Cendana dapat menjualnya melalui proses hukum sehingga berkontribusi terhadap pendapatan negara.

“Selama ini pemerintah telah melarang penebangan ilegal, tetapi aktivitas ilegal masih terjadi di beberapa perbatasan. Inventarisasi ini akan mengidentifikasi pohon Cendana yang tumbuh secara alami di hutan, pohon Cendana komunal, dan pohon Cendana di perkebunan masyarakat. Untuk itu, kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan teknisi kementerian yang memahami vegetasi Cendana,” jelasnya.

Fernandito menegaskan, sebagian besar pohon Cendana ditanam masyarakat di pekarangan mereka. Selain itu, pemerintah menanam pohon Cendana sebagai investasi sejak tahun 2016 dan 2017 di Bobonaro Atabae seluas 175 hektar, di Zumalai Covalima seluas 50 hektar, di Oe-cusse seluas satu hektar, dan enam hektar di Tilomar. Saat ini, sebagian besar pohon belum bisa dipanen karena usia tanamnya belum cukup.

Selain pohon Cendana, pemerintah juga menanam pohon industri lain seperti ai-na’a, ai-saria, mahoni, dan jati seluas 200 hektar di Covalima dan Viqueque. Setiap tahun, pemerintah menyediakan anggaran sebesar $30 ribu untuk pemeliharaan pohon.

“Pemeliharaan dilakukan untuk menanam kembali pohon yang mati, membersihkan area, membuat tempat pembibitan, memperbaiki pagar yang rusak, dan membayar masyarakat agar merawat pohon tersebut dengan baik, agar tidak dirusak atau dibakar,” tambahnya.

Terkait pengendalian tanaman industri, khususnya pohon Cendana, masyarakat tidak lagi diperkenankan menebang pohon secara ilegal berdasarkan Edaran Menteri Nomor 16/2012 tentang larangan penebangan pohon Cendana oleh masyarakat.

Untuk diketahui bahwa, Inventarisasi pohon cendana adalah kegiatan pencatatan dan pendataan secara rinci mengenai jumlah, jenis, kondisi, dan sebaran pohon cendana yang ada di suatu wilayah untuk mengetahui potensi serta menjadi dasar perencanaan pengelolaan yang lestari dan bijaksana. Inventarisasi penting dilakukan untuk mengetahui kondisi populasi cendana yang mengalami penurunan drastis akibat eksploitasi berlebihan, sehingga dapat mendukung upaya pelestarian dan regenerasi, serta memastikan keberlanjutan sumber daya ekonomi ini di masa depan.

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!