DILI, 17 Agustus 2025 (TATOLI) – Perdana Menteri (PM), Kay Rala Xanana Gusmão menegaskan bahwa pembangunan gedung bersalin atau obstetri baru di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV) merupakan simbol nyata dari persahabatan dan solidaritas yang kuat antara Timor-Leste dan Jepang.
Hal tersebut disampaikan dalam pidatonya saat menghadiri acara peletakan batu pertama gedung obstetri empat lantai yang dibangun dengan dukungan Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA), di HNGV, minggu ini.
“Peluncuran proyek penting ini lebih dari sekadar implementasi kerja sama teknis atau bantuan finansial. Ini adalah hasil dari hubungan persahabatan dan kerja sama mendalam antara Jepang dan Timor-Leste,” ujar PM Xanana.
Ia menekankan bahwa Jepang telah menjadi mitra strategis Timor-Leste bahkan sebelum restorasi kemerdekaan pada tahun 2002. Dukungan yang konsisten selama lebih dari dua dekade telah membantu negara dalam membangun infrastruktur penting, memperkuat sumber daya manusia, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berita terkait : Timor – Leste dan Jepang lakukan peletakkan batu pertama pembangunan gedung obstetri
“Jepang adalah salah satu negara pertama yang mengulurkan tangan kepada kita, dan telah mendampingi kami sejak saat itu dalam membangun negara ini,” katanya.
Gedung obstetri baru ini dirancang untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak, termasuk perawatan prenatal dan persalinan yang ditangani tenaga kesehatan profesional. Proyek ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah untuk memperluas akses pelayanan kesehatan yang bermutu bagi semua lapisan masyarakat.
Selain meresmikan pembangunan gedung baru, Perdana Menteri juga menyampaikan sejumlah capaian penting lainnya di bidang kesehatan, termasuk keberhasilan Timor-Leste dalam memberantas malaria.
“Saya bangga menyampaikan bahwa Timor-Leste telah dinyatakan bebas malaria oleh WHO. Ini merupakan pencapaian bersejarah yang menunjukkan komitmen kita dalam melindungi kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Tak hanya itu, PM Xanana juga mengumumkan bahwa sistem layanan kesehatan nasional akan mulai didigitalisasi. Sistem baru ini akan mengintegrasikan data medis dari seluruh rumah sakit dalam satu platform digital yang memungkinkan akses real-time bagi tenaga kesehatan dan pasien.
Dalam sambutannya, PM Xanana menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah dan rakyat Jepang atas dukungan yang telah diberikan kepada sektor kesehatan Timor-Leste, khususnya melalui JICA.
“Atas nama rakyat Timor-Leste, saya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada JICA dan rakyat Jepang, yang telah membantu kemajuan pembangunan demi kesejahteraan rakyat kita,” tuturnya.
Berita terkait : Menteri Elia : Dukungan Jepang tingkatkan fasilitas HNGV membantu layanan kesehatan
Ia juga menekankan bahwa tantangan di sektor kesehatan masih menjadi perhatian utama negara, sama halnya dengan pendidikan. Kedua sektor tersebut dianggap sebagai fondasi utama bagi pembangunan masyarakat yang merdeka, sehat, dan bermartabat.
“Kesehatan, seperti halnya pendidikan, merupakan tantangan berkelanjutan bagi Negara dan merupakan tanggung jawab moral bagi semua pelaku di bidang ini,” paparnya.
Gedung bersalin didukung oleh Pemerintah Jepang melalui JICA dengan dana sebesar $20 juta dan direncanakan akan memiliki 77 kamar dan dirancang untuk meningkatkan kapasitas layanan obstetri dan neonatal di HNGV. Proyek ini dilaksanakan oleh Wakachiku Construction Co., Ltd., dengan dukungan konsultasi dari Oriental Consultants Global Co., Ltd., dan ditargetkan selesai pada April 2027.
Sementara, pada 17 Agustus 2025, Pemerintah Timor-Leste bersama Pemerintah Jepang telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung obstetri bersalin empat lantai di Rumah Sakit Nasional Guido Valadares (HNGV), Dili. Proyek senilai $20 juta dolar AS ini merupakan bantuan hibah dari rakyat Jepang melalui Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA).
Acara peletakan batu pertama dihadiri langsung oleh Perdana Menteri Xanana Gusmão, Menteri Kesehatan Elia dos Reis Amaral, Duta Besar Jepang untuk Timor-Leste Tetsuya Kimura, serta perwakilan dari JICA.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




