DILI, 15 Agustus 2025 (TATOLI)— Timor-Leste dipastikan akan menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri Koperasi ASEAN, Pameran Koperasi ASEAN dan Forum Koperasi ASEAN pada tahun 2026.
Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Negara Urusan Koperasi, Arsénio Pereira, usai menghadiri pertemuan dengan Komisi Revisi Anggaran (KRO) 2026 yang dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Kay Rala Xanana Gusmão di Kementerian Keuangan, Jumat (15/08).
Dalam rapat tersebut, Arsénio meminta alokasi anggaran untuk Sekretariat Negara Urusan Kooperasi (SEKoop) untuk tahun 2026 dinaikkan sekitar $6,4 juta karena pihaknya hanya menerima anggaran awal sebesar $2,5 juta.
“Jika dibandingkan dengan anggaran tahun 2025 yang berjumlah sekitar $6,1 juta, kita akan menerima peningkatan hampir $400 ribu. Kita ingin mendapatkan tambahan anggaran karena tahun depan SEKoop akan menjadi tuan rumah pertemuan tingkat menteri ASEAN tentang isu-isu kerja sama koperasi di Timor-Leste,” ujar Arsénio usai pertemuan KRO.
Ia menjelaskan bahwa anggaran tambahan ini dialokasikan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pelaksanaan kegiatan internasional tersebut.
Arsénio juga menambahkan bahwa konsep dan dokumen perencanaan telah disampaikan langsung kepada Perdana Menteri dan Menteri Keuangan sebagai bagian dari rencana aksi tahunan yang selaras dengan program pembangunan nasional lima tahun ke depan.
“Ini merupakan langkah strategis karena kita menuju keanggotaan penuh ASEAN. Dengan menjadi tuan rumah pertemuan ini, kita akan mengadakan dialog, pameran produk koperasi, dan pertemuan tingkat tinggi yang menunjukkan kesiapan serta potensi koperasi kita untuk bersaing di tingkat regional,” jelasnya.
Selain itu, Arsénio juga menyampaikan bahwa hingga kuartal ketiga tahun 2025, eksekusi anggaran SEKoop telah mencapai 60,25%. Ia optimistis hingga akhir tahun nanti, realisasi anggaran bisa mencapai hingga 90,9%.
Pertemuan Tingkat Menteri Kooperasi ASEAN 2026 ini diharapkan menjadi momentum penting bagi Timor-Leste dalam memperkuat eksistensi sektor koperasi serta memperkenalkan produk-produk lokal ke pasar regional.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




