DILI, 14 Agustus 2025 (TATOLI) — Seorang pasien perempuan berusia delapan tahun dari Kotamadya Manufahi, meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Rujukan Maubisse akibat positif rabies.
“Benar bahwa satu pasien rabies meninggal dunia di Rumah Sakit Rujukan Maubisse. Ia dirujuk dari Manufahi pada 11 Agustus 2025,” ujar Direktur Eksekutif Rumah Sakit Rujukan Maubisse, Virgílio Mendonça, kepada wartawan secara daring.
Ia menjelaskan, pasien tersebut masuk ke Rumah Sakit Maubisse pada 11 Agustus pukul 21.30 WTL dan meninggal pada 12 Agustus pukul 12.40 dini hari.
Pasien diketahui telah digigit anjing tiga bulan sebelumnya. Tim medis telah melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampelnya, dan hasil yang keluar kemarin menunjukkan bahwa pasien tersebut positif terinfeksi virus rabies.
Berita terkait : Presiden Horta dan WHO soroti isu penyakit Rabies, TB hingga Malaria
“Pasien ini adalah seorang anak perempuan berusia delapan tahun dari Kotamadya Manufahi, daerah administratif Same. Karena pasien dirujuk dari Same, saya belum sempat melihat dokumen lengkapnya, tetapi yang jelas pasien telah meninggal dunia di sini,” katanya.
Berdasarkan data yang ada, jumlah pasien rabies yang telah meninggal dunia hingga saat ini berjumlah 12 orang. Ke- 12 orang yang meninggal dunia itu berasal dari beberapa kotamadya, yakni dua (2) dari Bobonaro, satu (1) dari Liquiça, empat (4) dari Covalima, satu (1) Ermera dan tiga (3) dari RAEOA (Daerah Administratif Spesial Oecusse Ambeno) dan kotamadya Manufahi satu (1).
Rabies adalah infeksi virus yang menyerang otak dan sistem saraf pusat. Virus ini umumnya ditularkan ke manusia melalui gigitan hewan. Jika tidak segera ditangani, rabies bisa berakibat fatal.
Hewan utama penyebar rabies adalah anjing. Selain anjing, hewan lain seperti kucing, kelelawar, dan monyet juga dapat menularkan virus rabies ke manusia. Penularan biasanya terjadi melalui air liur hewan yang menggigit atau mencakar manusia. Hewan penular umumnya adalah hewan liar atau peliharaan yang belum mendapatkan vaksin rabies.
Gejala rabies bisa muncul dalam rentang waktu antara 5 hari hingga 1 tahun setelah seseorang tergigit. Namun umumnya, gejala muncul antara 30 hingga 90 hari setelah infeksi. Gejala dapat muncul lebih cepat jika gigitan terjadi di area dekat otak, seperti wajah, leher, atau kepala.
Berita terkait : Pemerintah Indonesia dukung 2.000 vial vaksin anti rabies pada Timor – Leste
Gejala awal rabies meliputi demam, menggigil, sakit kepala, nyeri pada anggota tubuh, kelelahan, hilang nafsu makan.
Rabies merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Ketika gejala mulai muncul, hal ini menandakan bahwa virus telah mencapai otak dan menyebabkan kerusakan serius.
Dalam kondisi ini, kondisi tubuh pasien akan memburuk dengan cepat dan dapat menyebabkan komplikasi berat seperti kesulitan bernapas, gagal jantung, hingga kematian.
Reporter : Felicidade Ximenes (Penerjemah: Cidalia Fátima)
Editor : Armandina Moniz




