DILI, 18 Juli 2025 (TATOLI) – Kementerian Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan (MAPPF), melalui Sekretariat Negara Kehutanan (SEF), hari ini menyelenggarakan Konferensi Nasional Kehutanan bertema “Diversifikasi Ekonomi Melalui Sektor Kehutanan”.
Sekretaris Negara Kehutanan, Fernandino Vieira da Costa, mengatakan konferensi tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya membangun masa depan ekonomi Timor-Leste yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa sektor kehutanan memiliki potensi besar dalam mendiversifikasi ekonomi nasional yang selama ini sangat bergantung pada sumber daya minyak dan gas.
“Tujuan konferensi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran akan potensi sektor kehutanan Timor-Leste, mengeksplorasi sumber daya kayu dan non-kayu yang bisa berkontribusi pada peningkatan mata pencaharian masyarakat serta konservasi lingkungan,” ujar Fernandino Costa di aula Pusat Konvensi Dili (CCD), jumat ini.
Konferensi ini juga bertujuan untuk membangun kolaborasi lintas sektor, termasuk Pemerintah, akademisi, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun strategi penguatan sektor kehutanan melalui kebijakan yang mendukung konservasi, akses pasar, dan investasi hijau.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa hutan selama ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber ekonomi, tetapi juga memiliki nilai historis dan ekologis.
“Hutan pernah menjadi tempat perlindungan dalam masa perjuangan kemerdekaan, dan kini menjadi sumber oksigen, pangan, air, serta pengatur iklim yang penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat,” ujarnya.
Namun, ia menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian hutan. Penebangan pohon secara ilegal dan pembakaran lahan masih menjadi tantangan serius dalam pengelolaan hutan di Timor-Leste.
Sementara itu, Wakil Perdana Menteri yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Sosial dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Rakyat, Mariano Assanami Sabino, menekankan pentingnya peran hutan dalam sejarah dan masa depan bangsa.
“Kita yang telah merdeka harus sadar menjaga hutan kita karena hutan adalah fondasi untuk melindungi tanah kita dna harus dilestarikan ke depannya,” kata Assanami saat membuka konferensi.
Duta Besar Uni Eropa untuk Timor-Leste, Marc Fiendrich, dalam kesempatan yang sama menyatakan dukungan terhadap komitmen Pemerintah Timor-Leste dalam perlindungan sektor kehutanan.
“Hutan di Timor-Leste memiliki potensi besar tidak hanya untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Hutan adalah paru-paru planet kita dan landasan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Konferensi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sektor kehutanan sebagai kunci pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan di Timor-Leste.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




