iklan

EKONOMI, HEADLINE

Menteri Francisco tegaskan komitmen TL – Australia untuk pengembangan Greater Sunrise

Menteri Francisco tegaskan komitmen TL – Australia untuk pengembangan Greater Sunrise

Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro. Foto Tatoli/Francisco Sony

HONIARA, 10 Juli 2025 (TATOLI)— Pemerintah Timor-Leste dan Australia kembali menegaskan komitmen bersama untuk mempercepat pengembangan ladang gas Greater Sunrise, sebagai bagian dari strategi nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan kesejahteraan rakyat.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Perminyakan dan Sumber Daya Mineral, Francisco da Costa Monteiro, dalam wawancara eksklusif dengan TATOLI di sela-sela misi g7+ di Kepulauan Solomon, bertempat di Hotel Heritage, Kamis ini.

“Secara politis, program Pemerintah telah disusun dengan matang, baik dari sisi negosiasi maupun dalam penetapan kondisi-kondisi penting untuk mendorong investasi besar di masa depan,” ujar Menteri Francisco Monteiro.

Berita terkait : Timor – Leste dan Woodside bahas pengembangan ladang gas Greater Sunrise

Ia menegaskan bahwa pengembangan infrastruktur seperti Suai Supplay Base dan pembangunan jalan penghubung dari Zumalai ke Natarbora bukan proyek yang berdiri sendiri, melainkan bagian integral dari inisiatif pengembangan Pantai Selatan (Tasi Mane). Proyek ini diharapkan mampu menjadi landasan bagi pertumbuhan industri, termasuk pengembangan Greater Sunrise.

Anggota Pemerintah itu pun mengakui bahwa proses negosiasi dalam tiga bulan terakhir mengalami perlambatan akibat pemilu di Australia. Namun, kini situasi mulai membaik dengan terbentuknya kembali pemerintahan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Anthony Albanese dan didukung oleh Menteri Sumber Daya Australia, Madeleine King, yang dikenal memahami isu-isu terkait Timor-Leste.

“Pada hari Jumat (04/07), sebelum berangkat ke sini, kami melakukan pertemuan daring dengan pihak Australia untuk membahas percepatan proses negosiasi, baik dalam aspek hukum maupun kontraktual, serta mempercepat penyelesaian konsep pembangunan Greater Sunrise,” jelasnya.

Disebutkan juga kedua negara menyambut baik penyelesaian Studi Konsep Greater Sunrise dan siap melibatkan tim teknis guna merampungkan pengaturan hukum dan kontrak yang diperlukan.

Senada dengan itu, Menteri Madeleine King dalam laman resmi yang diakses Tatoli, menegaskan komitmen Australia untuk melanjutkan kerja sama strategis dengan Timor-Leste.

“Greater Sunrise adalah proyek sumber daya yang akan mendukung pembangunan ekonomi Timor-Leste dan memaksimalkan manfaat bagi semua pihak, termasuk Australia,” tulisnya dalam laman resminya.

Berita terkait : TL tunjuk dua Komisaris Dewan Pengawas Strategi Pengembangan Greater Sunrise

Adapun studi independen yang dilakukan oleh konsultan internasional Wood pada April hingga November 2024 menyimpulkan bahwa pengembangan proyek Greater Sunrise di wilayah Timor-Leste layak secara teknis dan ekonomis. Studi tersebut juga menyoroti potensi manfaat sosial dan ekonomi yang signifikan bagi negara.

Pemerintah Timor-Leste telah menetapkan bahwa pengembangan ladang gas Greater Sunrise, yang terletak sekitar 140 kilometer di selatan pesisir, tetap menjadi prioritas strategis. Proyek ini dikelola oleh konsorsium Sunrise Joint Venture, yang terdiri dari TIMOR GAP (56,6%), Woodside (33,44%), dan Osaka Gas Australia (10%).

Pengembangan Greater Sunrise diharapkan akan menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional serta mempererat hubungan bilateral antara Timor-Leste dan Australia.

Reporter  : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

 

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!