DILI, 10 Juli 2025 (TATOLI)— Presiden Republik, Jose Ramos Horta secara resmi membuka Konferensi Internasional “Sidade Amiga Australia – Timor-Leste (TL)” atau Konferensia Internasional Kota Bersahabat antara Australia dan Timor-Leste ke – V. Dalam acara pembukaan itu, Kepala Negara menegaskan Konferensi tersebut akan lebih memperkuat hubungan persahabatan antara dua negara.
Pembukaan resmi Konferensi Internasional “Sidade Amiga Australia –TL” yang dilakukan Kepala Negara, dengan didampingi Menteri Administrasi Negara (MAE), Tomás do Rosário Cabral, Duta Besar Australia di Timor-Leste, Caitlin Wilson. Konferensi Internasional yang diagendakan digelar selama dua hari pada Kamis – Jumat (10 – 11 Juli 2025), di Aula Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama (MNEC), Pantai Kelapa Dili,
Acara tersebut digelar atas kerjasama Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Administrasi Negara (MAE), dengan Pemerintah Australia. Dimana Konferensi Internasional itu digelar dengan untuk memperingati hubungan Persahabatan TL dan Australia yang telah terjalin selama 25 tahun dan juga untuk memperkuat hubungan kemitraan antara kedua negara.
Dalam pidatonya, Presiden Republik, Jose Ramos Horta, mengatakan bahwa konferensi ini digelar dan mempertemukan para pemimpin dari otoritas nasional dan kota, pejabat administratif, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal dari kedua negara.
“Karena di Australia, di banyak tempat, banyak kota, ada kelompok yang disebut sahabat Timor, seperti persahabatan Manatuto, persahabatan Laklubar, persahabatan Suai, persahabatan Oecusse. Dimana, proses ini dimulai bertahun-tahun yang lalu, ketika saya menjabat sebagai Menteri Luar Negeri dan Kerjasama, dan meluncurkan gagasan ini,” kata Kepala Negara.
Dimana, kata Presiden Horta mereka menyebutnya kota persahabatan, sekolah persahabatan. Dimana sebuah sekolah di Australia, siswanya dapat memilih sekolah di Timor sebagai sahabat, dan juga sebaliknya, mereka mencari bantuan kunjungan, terkadang siswa di Australia tinggal bersama mereka untuk bersekolah di Australia.
“Proses ini, telah melibatkan ribuan orang di Australia yang mengenal Timor-Leste, terutama pada tahun lalu, dan tahun ini mulai banyak yang datang. Hampir setiap minggu berbagai kelompok datang ke Timor-Leste, dan anak muda bersama guru mereka, dan juga keluarga mereka banyak yang datang,” kata Kepala Negara dalam konferensi tersebut.
Menurut Kepala Negara dalam konferensi yang mempertemukan para pejabat dari berbagai Instansi di dua negara memperkuat hubungan di bidang pariwisata melalui persahabatan yang telah dilakukan, karena saat ini media sosial sangat berdampak bagi pengalaman positif di Timor-Leste.
Dikatakan, tujuan utama konferensi ini untuk memperkuat ikatan persahabatan antara dewan kota dan komunitas di Australia dan Timor-Leste. Konferensi ini juga bertujuan untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat dan antarpemerintah, mendorong keterlibatan yang lebih mendalam di tingkat lokal, serta mendukung saling pengertian dan kolaborasi.
Ditempat yang sama, Duta Besar Australia di Timor Leste, Caitlin Wilson. mengutarakan bahwa, dalam konferensi ini dapat menjalin hubungan persahabatan dalam jangka waktu yang lama.
“Saya sangat senang melihat persahabatan jangka panjang dan hubungan antar-masyarakat ini terus terbangun dan berkembang di tingkat komunitas. Ini merupakan bukti sejarah panjang kolaborasi dan kemitraan antara masyarakat Timor-Leste dan Australia,” ujar Duta Besar Australia.
Selain itu, Menteri Administrasi Negara, Tomás do Rosário Cabral mengatakan bahwa, konferensi ini mempertemukan perwakilan dari Dewan Kota New South Wales, Canberra, Victoria, dan Darwin yang bertujuan memupuk persahabatan, berbagi pengalaman, dan mempromosikan bentuk-bentuk kerja sama baru antara lembaga-lembaga lokal kedua negara.
“Konferensi ini juga akan berfungsi sebagai platform untuk dialog dan pertukaran, yang menyoroti ikatan historis antara masyarakat Timor-Leste dan Australia, serta mengakui peran penting hubungan antarmasyarakat lokal dalam memperkuat solidaritas dan memajukan pembangunan berkelanjutan,” ujar Menteri Tomás do Rosário Cabral.
Dijelaskan, konferensi ini mempertemukan lebih dari 200 orang, dari 20 kelompok persahabatan, yang telah bekerja sama sejak lama. Dimana, dalam beberapa kasus lebih dari 20 tahun.
“Konferensi ini merupakan kesempatan yang luar biasa untuk bertukar pengetahuan, berbagi pengalaman, dan mengidentifikasi prioritas-prioritas pembangunan utama melalui dialog antar-komunitas, dan kelompok-kelompok masyarakat dari Timor-Leste dan Australia. Konferensi ini menandai langkah penting lebih lanjut dalam kemitraan kita, dan dibangun di atas fondasi solidaritas, kerja sama, dan pengalaman bersama yang kuat antara kedua negara kita,” tegasnya.
Selain itu, konferensi ini berupaya menciptakan peluang baru bagi pembentukan Kelompok Persahabatan, khususnya bagi Jabatan Administratif di Timor-Leste yang belum menjalin kemitraan. Hubungan baru ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat lokal untuk berperan lebih aktif dalam proses desentralisasi dan belajar dari pengalaman Jaringan Persahabatan yang telah ada.
Perlu diketahui bahwa, Australia dan Timor-Leste memiliki hubungan yang kuat dalam berbagai bidang, termasuk pembangunan dan kerja sama teknis. Konferensi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempererat hubungan bilateral dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kedua negara.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Armandina Moniz




