DILI, 09 Juli 2025 (TATOLI)— Menteri Luar Negeri Malaysia, Dato’ Seri Utama Haji Mohamad bin Haji Hasan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN ke-58 menyatakan, keanggotaan aksesi formal secara resmi Timor-Leste ke ASEAN dijadwalkan pada tanggal 26 Oktober tahun ini pada Pertemuan Puncak Kepala Negara dan Pemerintahan ke – 47 yang akan diadakan pada bulan Oktober 2025.
Demikian hal tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Bendito Freitas mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Malaysia, Dato’ Seri Utama Haji Mohamad bin Haji Hasan yang disampaikan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN ke-58 yang diadakan di Lumpur Convention Centre, Lumpur, Rabu (09/07).
Dalam siaran pers yang diakses Tatoli dari laman Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama (MNEC) menyebutkan pertemuan tersebut dipimpin Menteri Luar Negeri Malaysia sekaligus Presiden ASEAN 2025, Dato’ Seri Utama Haji Mohamad bin Haji. Timor-Leste sendiri berpartisipasi dalam pertemuan tersebut sebagai pengamat.
“Untuk memberi tahu Anda bahwa, pada tanggal 26 Oktober, kami secara resmi menjadi anggota penuh ASEAN, ada keputusan politik yang diambil oleh para pemimpin ASEAN pada KTT ke-46. Oleh karena itu, pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN ke-58 menegaskan kembali bahwa keputusan para pemimpin tersebut adalah persiapan akhir untuk keanggotaan penuh Timor-Leste,” kata Menteri Bendito.
Menteri Bendito juga mengatakan terkait kontroversi mengenai posisi Myanmar tidak akan berdampak pada aksesi Timor-Leste ke ASEAN, berdasarkan keputusan yang diambil para pemimpin pada KTT ASEAN ke-46 pada bulan Mei lalu merupakan keputusan final yang harus dipatuhi.
Berita terkait : Pertemuan Pejabat Senior ASEAN bahas keanggotaan penuh Timor-Leste ke ASEAN

Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Timor-Leste, Bendito Freitas berpartisipasi sebagai pengamat dalam Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN ke-58 di Lumpur Convention Centre, Lumpur, Rabu (09/07). Foto MNECMenteri Bendito mengatakan bahwa pertemuan tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Myanmar dan mengatakan bahwa mereka tidak menghalangi Timor-Leste untuk bergabung dengan ASEAN, tetapi meminta Menteri Luar Negeri Timor-Leste untuk menulis surat kepada Menteri Luar Negeri Myanmar untuk menegaskan kembali kerja sama bilateral antara kedua negara.“Oleh karena itu, pihak Myanmar segera menyatakan bahwa, kami tidak menghalangi, kami akan mematuhi melalui prosedur internal mengenai keputusan terkait situasi Timor-Leste, delegasi Myanmar meminta Kementerian Luar Negeri Timor-Leste untuk menulis surat kepada Kementerian Luar Negeri mereka di Myanmar untuk memperkuat kerja sama dan niat baik kami untuk bekerja sama di masa depan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakhrisnan juga menanggapi isu ini dengan sangat serius dengan menekankan dampak integrasi regional dan situasi Timor-Leste di kawasan tersebut, termasuk dalam hal hubungan budaya dan hubungan antarmasyarakat.
“Menteri (Vivian Balakhrisnan) juga menekankan dengan tegas bahwa prinsip non-intervensi dari suatu negara yang terkadang karena alasan kemanusiaan, demokrasi, dan hukum menjadi sandera untuk menghalangi pencalonan Timor-Leste di ASEAN,” tambahnya.
Oleh karena itu, kata Menteri Bendito, setelah berakhirnya Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN, akan menulis surat kepada mitranya Menteri Luar Negeri Myanmar melalui Perwakilan Myanmar untuk menyampaikan itikad baik kedua negara untuk bekerja sama dan lebih memperkuat kerja sama antara kedua negara.
Berita terkait : Menteri Bendito bertemu Sekjen Kao Kim bahas keanggotaan penuh Timor-Leste di ASEAN
Perlu diketahui, pada 26 Mei 2025 Perdana Menteri Malaysia, YAB Dato’ Seri Anwar Ibrahim, dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-46 di Kuala Lumpur, Malaysia, secara resmi menyatakan bahwa Timor-Leste akan menjadi anggota penuh ASEAN pada KTT ke-47 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2025, di Kuala Lumpur.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama Timor-Leste (MNEC), menyebutkan Perdana Menteri Anwar menyampaikan apresiasi mendalam dan penghargaan tinggi kepada semua pihak, baik dari dalam ASEAN maupun mitra eksternal yang telah berkontribusi secara konsisten dalam mendukung proses aksesi Timor-Leste menuju keanggotaan penuh.
Keputusan tersebut juga menandai tonggak penting dalam sejarah ASEAN sebagai organisasi regional yang terus berkembang menuju integrasi lebih dalam dan inklusif.
ASEAN merupakan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara yang dibentuk pada 08 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Negara-negara pendiri ASEAN adalah Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, dan Singapura.
ASEAN kini beranggotakan 10 negara yakni Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Filipina, Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar, dan Brunei Darrusalam.
Sementara, ASEAN telah mengakui Timor-Leste sebagai anggotanya yang ke-11. Status Timor-Leste sebagai pengamat (Observer). Keputusan itu disampaikan melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan setelah pertemuan para pemimpin ASEAN di Kamboja pada jumat (11/11/2022).
TATOLI




