DILI, 27 Juni 2025 (TATOLI)— Negara anggota PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) pada Kamis (26/06) memperingati HUT penandatanganan Piagam PBB. Dalam peringatan hari tersebut, Wakil Tetap Timor-Leste untuk PBB di New York, Dionísio Babo Soares, menyoroti dukungan terhadap sistem multilateral yang diperkuat berdasarkan pada kesetaraan kedaulatan bangsa-bangsa dan penghormatan penuh terhadap hukum internasional.
Dalam laman resmi Misi Tetap Timor-Leste untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York yang diakses Tatoli, menyebutkan pada perayaan HUT ke – 80 Piagam PBB, Wakil Tetap Timor-Leste untuk PBB di New York, Dionísio Babo Soares, dalam pernyataannya selama pertemuan informal pleno menyatakan di tengah pergolakan global yang mendalam, Prakarsa UN80 (80 Piagam PBB) merupakan peluang lintas generasi untuk memperbarui kepercayaan, menata ulang kerja sama global, dan membentuk kembali lembaga-lembaga untuk menghadapi tantangan abad ke-21.
“Pakta untuk Masa Depan” memberikan visi bersama yang berakar pada Piagam, yang menegaskan bahwa tidak ada negara yang dapat menghadapi risiko global saat ini sendirian,” kata Dionísio Babo Soares selama pertemuan informal pleno di ruang sidang PBB, New York, Kamis (26/06).
Selain itu, Dionísio Babo Soares juga menyarakan Timor-Leste mendukung tiga visi Sekretaris Jenderal: menjadikan PBB lebih efektif, bertanggung jawab, dan responsif terhadap realitas global. Hal ini selanjutnya menggarisbawahi urgensi reformasi Dewan Keamanan dan menyuarakan dukungan untuk arsitektur perdamaian PBB yang lebih kuat yang mengintegrasikan diplomasi, peringatan dini, dan kemitraan regional.
Dionísio Babo Soares juga mengatakan komitmen baru terhadap Agenda 2030 sangat penting. Kerja sama Selatan-Selatan, transfer teknologi, dan hak atas pembangunan harus menjadi panduan tindakan nyata. Selain itu, transisi hijau yang adil dan inklusif harus memastikan bahwa negara-negara yang rentan didukung, bukan ditinggalkan.
Dikatakan, Timor-Leste bergabung dengan semua Negara Anggota dalam menyerukan multilateralisme baru yang lebih demokratis, adil, dan efektif.
Perlu diketahui, tahun ini, Piagam PBB memasuki usia 80 tahun sejak penandatanganannya pada 26 Juni 1945 di San Francisco. Piagam ini mulai berlaku pada 24 Oktober 1945, setelah diratifikasi oleh negara-negara pendirinya. Peringatan 80 tahun ini menjadi momen penting untuk merefleksikan peran PBB dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia, serta mendorong kerja sama internasional.
Selain itu, Konferensi San Francisco, tempat Piagam PBB dirancang, dimulai pada 25 April 1945. Piagam PBB ditandatangani pada 26 Juni 1945 oleh 50 negara anggota asli.
Piagam ini mulai berlaku setelah diratifikasi oleh lima anggota pendiri yaitu, Republik Tiongkok, Prancis, Uni Soviet, Britania Raya, dan Amerika Serikat, serta mayoritas negara penandatangan lainnya.
Sementara, tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menandai berlakunya Piagam PBB tersebut.
Pentingnya Piagam PBB
Piagam PBB adalah perjanjian dasar yang menjadi landasan hukum bagi organisasi PBB. Piagam ini berisi tujuan, prinsip, dan struktur organisasi PBB.
Piagam PBB menekankan pentingnya kesetaraan kedaulatan, integritas wilayah, dan kebebasan politik antar negara.
PBB sebagai organisasi bertujuan untuk memelihara perdamaian dan keamanan internasional, mengembangkan hubungan persahabatan antar negara, dan mempromosikan kerja sama dalam memecahkan masalah ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusiaan.
Peringatan 80 Tahun
Peringatan 80 tahun Piagam PBB menjadi kesempatan untuk meninjau kembali pencapaian PBB dan tantangan yang dihadapi.
PBB menghadapi berbagai kritik terkait efektivitasnya dalam menangani krisis global dan keterbatasan anggaran.
Peringatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen terhadap tujuan dan prinsip-prinsip PBB.
TATOLI




