DILI, 06 Juni 2025 (TATOL)—Peluncuran rute penerbangan langsung Batik Air dari Kuala Lumpur ke Dili menandai tonggak penting dalam memperkuat konektivitas dan kerja sama antara Malaysia dan Timor-Leste.
Momentum ini tidak hanya membuka peluang baru dalam bidang pariwisata dan perdagangan, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi erat antara kedua negara di tengah semangat integrasi regional yang terus berkembang.
Wakil Perdana Menteri (PM) dan Menteri Kordinator urusan Ekonomi, Francisco Kalbuadi Lay, menyambut hangat kehadiran Batik Air yang kini melayani penerbangan langsung ke Dili. Dalam sambutannya, Kalbuadi Lay menggambarkan betapa indahnya dua maskapai, Aero Dili dan Batik Air, yang kini terbang di langit Timor-Leste, membawa harapan dan semangat baru.
“Ketika saya duduk di sana, saya melihat di depan dua dataran yang indah, Aero Dili dan Batik Air, dengan bendera negara kita. Saya membayangkan betapa indahnya, dua pesawat itu terbang di atas langit dan lautan. Welcome to Timor-Leste Batik Air,” Wakil Perdana Menteri Kalbuadi Lay dalam sambutannya usai menerima miniatur pesawat Batik Air dalam upacara peluncuran di Bandara Nicolau Lobato, jumat ini.
Sementara itu, Duta Besar Malaysia untuk Timor-Leste, Amarjit Sarjit Singh, mengapresiasi kolaborasi yang telah terwujud dan mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Timor-Leste serta seluruh mitra yang terlibat.
“Meski menghadapi berbagai tantangan, semangat kerja sama yang kuat mampu menghasilkan pencapaian ini. Hari ini adalah contoh nyata dari apa yang bisa kita capai bersama,” ujarnya.
Berita terkait : Batik Air luncurkan penerbangan Dili–Kuala Lumpur dengan jadwal dua kali seminggu
Amarjit juga menyoroti antusiasme berbagai komunitas, termasuk warga Bangladesh, India, dan ekspatriat lain yang menyambut baik layanan baru ini.
Dalam siaran pers resmi, Kepala Eksekutif Batik Air Malaysia, Datuk Chandran Rana Muthy, menegaskan komitmen maskapainya untuk menjadi jembatan penghubung antarnegara. Ia menyebut rute baru ini sebagai lompatan maju dalam integrasi regional dan katalisator bagi kerja sama lebih dalam antara Malaysia dan Timor-Leste.
“Kami bangga menjadi maskapai Malaysia pertama yang menghubungkan langsung Kuala Lumpur dengan Dili, dan yakin layanan ini akan membuka berbagai peluang di bidang pendidikan, perdagangan, pariwisata, dan lainnya,” katanya.
Datuk Chandran menambahkan bahwa Batik Air berkomitmen untuk terus memperkuat konektivitas di pasar negara berkembang, demi meningkatkan akses dan mobilitas masyarakat yang selama ini kurang terlayani. Ia juga menyatakan harapan agar semakin banyak wisatawan Timor-Leste dapat menikmati kehangatan dan keberagaman yang ditawarkan Malaysia serta jaringan Batik Air.
Diketahui rute Kuala Lumpur-Dili melengkapi jaringan penerbangan langsung yang sudah ada dari Darwin (Australia), Singapura, Bali (Indonesia), dan Xiamen (China).
Peluncuran rute Batik Air ini menjadi tonggak bersejarah yang mengukuhkan Timor-Leste semakin terbuka dan terintegrasi dalam jaringan regional, sekaligus mempererat hubungan ekonomi dan sosial antarnegara di Asia Tenggara.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Julia Chatarina




