DILI, 06 Juni 2025 (TATOLI)— Perdana Menteri (PM) Timor-Leste, Kay Rala Xanana Gusmão, menegaskan bahwa kerja sama antara Negara-negara berbahasa Portugis di Afrika dan Timor-Leste (PALOP-TL) bersama Uni Eropa merupakan elemen kunci dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan menjaga stabilitas di kawasan.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidatonya pada sesi pembukaan Pertemuan Tingkat Menteri ke-15 PALOP-TL dan Uni Eropa di kantor Kementerian Luar Negeri dan Kerjasama, jumat ini.
Dalam sambutannya, PM Xanana menyampaikan kebanggaan Timor-Leste dapat menjadi tuan rumah pertemuan penting tersebut, serta menyambut hangat para perwakilan dari negara-negara anggota PALOP dan delegasi Uni Eropa.
Ia menyoroti sejarah panjang kerja sama antara Uni Eropa dan negara-negara PALOP yang telah berlangsung selama lebih dari tiga dekade, termasuk kontribusi UE dalam mendukung pembangunan dan kerja sama Selatan-Selatan.
“Penguatan kemitraan kita sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan kolektif negara-negara kita. Kita berbagi sejarah dan warisan yang unik, yang diungkapkan tidak hanya melalui bahasa, budaya, dan gastronomi Portugis, tetapi juga dalam prinsip-prinsip dan nilai-nilai mendasar yang memandu Negara-negara kita,” ujar PM Xanana.
Kehadiran PALOP-TL di dua kawasan strategis—Afrika dan Asia—dianggap sebagai peluang untuk memperluas jangkauan diplomatik dan ekonomi.
PM Xanana juga menyampaikan bahwa integrasi Timor-Leste ke ASEAN sebagai anggota ke-11 yang direncanakan pada KTT Oktober mendatang, serta keanggotaan negara tersebut di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), akan membuka jalan baru bagi kerja sama internasional yang lebih luas.
“Dengan dukungan Uni Eropa, kedekatan dan keterlibatan yang kita miliki merupakan kesempatan unik untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman, dan menjadi pihak yang memimpin pembangunan kita sendiri,” tegas Perdana Menteri.
Berita terkait : 30 tahun kemitraan: Uni Eropa dan PALOP-TL kembali perkuat kerjasama
Dalam kesempatan ini, Ia pun menyampaikan seruan tegas kepada komunitas internasional untuk mengambil langkah kolektif dalam menghadapi krisis global yang berdampak besar pada negara-negara paling rentan, khususnya di benua Afrika, serta pentingnya perlindungan terhadap ekosistem laut dunia.
“Nilai-nilai universal diuji setiap hari oleh konflik yang merenggut nyawa orang tak bersalah dan oleh perubahan iklim yang mengancam negara-negara yang paling rentan,” tegas Xanana.
Ia menekankan bahwa hanya melalui dialog dan kerja sama internasional, dunia dapat menjaga perdamaian, keamanan, serta kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati planet ini. Menurutnya, isolasi dan konflik bukanlah jalan keluar dari tantangan yang kompleks.
Xanana secara khusus menaruh perhatian pada penderitaan negara-negara Afrika yang selama puluhan tahun menghadapi ketidakstabilan, konflik, kerawanan pangan, dan pemindahan paksa, yang kini diperparah oleh degradasi lingkungan.
“Hanya upaya kolektif yang bisa menyelesaikan masalah yang ditimbulkan oleh segelintir orang paling kuat dan kaya, namun paling dirasakan oleh negara-negara yang paling lemah,” ujarnya.
Ia menyerukan tanggapan internasional yang memprioritaskan adaptasi iklim, ketahanan, dan stabilitas untuk mengembalikan harapan dan martabat bangsa-bangsa Afrika.
Di tingkat nasional, PM Xanana memaparkan komitmen Timor-Leste dalam memperkuat kelembagaan, mereformasi sistem peradilan, dan meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan publik. Ia menyatakan bahwa kerja sama antara PALOP-TL dan Uni Eropa sangat strategis untuk mencapai pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
Pemerintah juga menegaskan dedikasinya dalam mendukung perempuan dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia guna mendiversifikasi ekonomi dan membuka lapangan kerja.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Julia Chatarina




