iklan

EKONOMI, HEADLINE

FHT : Aksesi Timor-Leste ke ASEAN harus diiringi kesiapan digital

FHT : Aksesi Timor-Leste ke ASEAN harus diiringi kesiapan digital

Foto google

DILI, 05 Juni 2025 (TATOLI)– Yayasan Hadomi Timor (FHT) menyambut baik langkah historis Timor-Leste untuk menjadi anggota penuh ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) pada Oktober tahun ini, namun memperingatkan bahwa kesiapan digital yang minim dapat menimbulkan risiko besar bagi masyarakat dan ekonomi nasional.

Direktur Eksekutif FHT, Abrão Monteiro yang juga dikenal sebagai Nicho Linux dan mantan Koordinator Masyarakat Sipil untuk ASEAN, menyampaikan keprihatinan terkait kesiapan sektor digital dan teknologi informasi di Timor-Leste menjelang aksesi ASEAN.

“Bergabungnya Timor-Leste dengan ASEAN merupakan impian lama para pemimpin bangsa dan sebuah pencapaian historis. Namun, kami di FHT melihat bahwa secara infrastruktur digital, kerangka hukum, dan kesiapan sumber daya manusia, negara kita belum sepenuhnya siap,” ujar Monteiro dalam wawancara eksklusif dengan TATOLI.

Menurutnya, bergabung dalam blok ASEAN yang kompetitif dan sangat maju secara digital bisa menimbulkan konsekuensi serius bagi Timor-Leste, jika tidak dibarengi dengan persiapan matang.

“Masuk ke kawasan yang kompetitif artinya kita juga akan lebih terekspos terhadap ancaman siber, disinformasi, dan memperbesar ketimpangan digital. Kami khawatir masyarakat kita bisa menjadi korban dari dinamika digital regional yang belum siap kita hadapi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa FHT sebagai organisasi masyarakat sipil yang aktif dalam advokasi hak digital dan teknologi inklusif, mengamati bahwa sektor TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) adalah kunci pertumbuhan ekonomi masa depan Timor-Leste.

“Sektor digital adalah satu-satunya sektor yang dapat mendorong ekonomi kita untuk bersaing di kawasan. Maka Pemerintah harus berani berinvestasi besar dalam digitalisasi,” tegasnya.

FHT juga menilai kondisi nyata digitalisasi di Timor-Leste masih jauh dari kata siap untuk bersaing di tingkat ASEAN. Negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia telah mengembangkan ekosistem digital dengan sistem keamanan siber, e-government, dan e-commerce yang jauh lebih maju.

Nicho Linux menguraikan sejumlah tantangan utama yang dihadapi Timor-Leste saat ini seperti akses internet terbatas dan berkualitas buruk bahkan di ibu kota Dili, apalagi di pedesaan serta belum adanya Undang-Undang Perlindungan Data dan Kejahatan Siber yang menjadi kekhawatiran utama karena meningkatnya kejahatan virtual.

Adapun literasi digital masyarakat sangat rendah, khususnya kelompok rentan, juga ekosistem inovasi dan dukungan terhadap startup digital sangat minim, karena pemerintah belum memberikan perhatian serius terhadap pengembangan teknologi lokal.

Menurut FHT, sebelum Timor-Leste resmi bergabung dengan ASEAN, Pemerintah harus segera mempercepat pembangunan di sektor digital melalui :

  1. Peningkatan infrastruktur digital dan akses internet, terutama melalui investasi kabel bawah laut dan layanan seperti Starlink dengan harga terjangkau
  1. Penyelesaian kerangka hukum digital, termasuk UU Kejahatan Siber dan Perlindungan Data dengan proses konsultasi publik yang transparan
  1. Penguatan literasi digital, melalui integrasi TIK dalam pendidikan dan pelatihan masyarakat
  1. Dukungan nyata terhadap inovator digital dan pelaku ekonomi kreatif, termasuk startup teknologi lokal dan pembuat konten digital di platform seperti YouTube, TikTok, dan Facebook

“Jika kita tidak siap, justru masyarakat kita yang akan menanggung risiko. Serangan siber, disinformasi, dan eksploitasi digital bisa merugikan secara ekonomi dan sosial,” kata Nicho Linux

Meskipun banyak tantangan, Monteiro tetap optimistis bahwa menjadi anggota ASEAN bisa memberikan manfaat besar, asalkan Timor-Leste mempersiapkan diri dengan baik.

“Aksesi ASEAN dapat membawa investasi, kerja sama digital, dan peluang inovasi. Tapi manfaat itu tidak otomatis, semuanya tergantung pada kesiapan dan kapasitas kita untuk bersaing dan berpartisipasi aktif,” jelasnya.

FHT pun memberikan beberapa rekomendasi strategis kepada Pemerintah IX agar dapat menjawab tantangan era digital sebelum dan sesudah aksesi ASEAN untuk enyusun dan menyetujui UU Kejahatan Siber dan Perlindungan Data, meningkatkan akses dan kualitas internet di seluruh wilayah.

Adapun mendorong pengembangan keterampilan dan literasi digital masyarakat, menjamin keamanan digital dan mendorong pertumbuhan e-Commerce local, memberi dukungan untuk startup teknologi lokal dan pelaku ekonomi digital kecil serta mempromosikan integrasi kreator konten digital Timor-Leste di platform global.

“Menjadi anggota ASEAN memang penting, tapi yang lebih penting adalah memastikan masyarakat kita benar-benar siap untuk itu,” paparnya. 

Reporter: Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!