Top

Arnolfo Teves dideportasi ke Filipina, Terima kasih Timor – Leste

Buronan asal Filipina, Arnolfo Teves Jr., resmi dideportasi dari Timor Leste ke negara asalnya pada Kamis (29/5) sore pukul 15.41 melalui Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Comoro, Dili, menggunakan pesawat Angkatan Udara (AU) Filipina nomor 142. Foto Tatoli/Antonio Daciparu

DILI, 29 Mei 2025 (TATOLI)– Buronan asal Filipina, Arnolfo Teves Jr., resmi dideportasi dari Timor Leste ke negara asalnya pada Kamis (29/5) sore pukul 15.41 WTL. Proses deportasi dilakukan melalui Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Comoro, Dili, menggunakan pesawat Angkatan Udara (AU) Filipina nomor 142.

Pesawat militer Filipina (Philippine Air Force) tersebut tiba di bandara pukul 13.20 WTL dan langsung disambut oleh otoritas Timor – Leste bersama delegasi dari pemerintah Filipina.

Proses serah terima dilakukan oleh Menteri Kehakiman Timor – Leste, Sergio Hornai, kepada perwakilan Kepolisian Internasional (Interpol) Filipina dan disaksikan langsung oleh Duta Besar Filipina untuk Timor Leste, Duta Besar Filipina, Mary Anne A. Padua.

Sebelum diberangkatkan, dilakukan penandatanganan nota penyerahan resmi antara perwakilan Kementerian Kehakiman Filipina, pihak otoritas Timor-Leste, dan Kedutaan Besar Filipina.

Dalam pernyataan singkatnya sebelum menaiki pesawat, Arnolfo sempat menyampaikan ucapan terima kasih.

“Terima kasih Timor dan terima kasih…,” ujarnya singkat.

Buronan asal Filipina, Arnolfo Teves Jr., dikawal ketat menuju pesawat saat akan dideportasi dari Timor Leste ke negara asalnya pada Kamis (29/5) sore pukul 15.41 WTL. Foto Tatoli/Antonio Daciparu

Namun, suasana sempat menjadi emosional ketika pihak keamanan tidak mengizinkan putra Arnolfo Teves memasuki area bandara. Ia dikabarkan ingin bertemu sang ayah untuk terakhir kalinya sebelum keberangkatan, namun dilarang demi alasan keamanan.

Sementara itu, pantauan TATOLI di bandara, saat menuju ke pesawat  Arnolfo Teves Jr yang menggunakan kaos berwarna putih dipadu celana pendek berwarna hitam dikawal ketat oleh anggota kepolisian. Terlihat juga, Arnolfo Teves Jr  dikenakan borgol di tangan dan kakinya, saat menuju pesawat.

Dengan deportasi ini, Arnolfo Teves Jr. selangkah lebih dekat menghadapi proses hukum di negaranya, setelah sebelumnya sempat melarikan diri dan menjadi buronan internasional. 

Arnolfo Teves Jr, buronan Filipina

Dalam laman Philipine News Agency yang dikutip Tatoli, menyebutkan Arnolfo Teves Jr merupakan Anggota kongres Negros Oriental dan Mantan anggota Parlemen Filipina  yang merupakan buronan dari Filipina dan ditangkap oleh PCIC (Kepolisian Investigasi Kriminal Ilmiah)  di Timor-Leste, saat sedang bermain golf di wilayah Metiaut, Dili, pada kamis, 21 maret 2024.

Otoritas PCIC melakukan penahanan internasional terhadap Arnolfo Teves, karena PCIC sebagai anggota Polisi Internasional (INTERPOL) menerima informasi dari INTERPOL Filipina, dan INTERPOL Internasional bahwa, Arnolf Teves Jr,  diduga pelaku penyebab tewasnya, Gubernur Filipina, Roel Degamo, pada maret 2023 lalu,  dan melarikan diri ke Timor-Leste. Karena itu, PCIC melakukan penahanan internasional terhadap warga negara negara Filipina tersebut.

Setelah PCIC melakukan penahanan internasional terhadap. Arnolf Teves Jr, PCIC segera menahan warga negara tersebut di tahanan PCIC selama 46 jam untuk diajukan ke pengadilan untuk proses sidang pemeriksaan interogasi pertama ke Pengadilan Banding.

Kasus Arnolf Teves Jr

Berdasarkan laman resmi kantor berita Filipina Philipine News Agency yang dikutip Tatoli, bahwa Mantan anggota Parlemen, Arnolf Teves Jr didakwa dengan  tuduhan pembunuhan karena frustrasi, dan tuduhan percobaan pembunuhan di hadapan Pengadilan Regional Manila (RTC), sehubungan dengan penembakan pada 04 maret 2023 di kota Pamplona. Pengadilan telah mengeluarkan perintah penangkapan terhadapnya.

Arnolf Teves Jr diduga merupakan otak pembunuhan atas gubernur di Filipina, Roel Degamo, maret 2023 lalu. Dalam insiden itu,  ada 10 orang tewas pada peristiwa pembunuhan motif politik di Filipina tersebut.

Buronan asal Filipina, Arnolfo Teves Jr., dikawal ketat menuju pesawat saat akan dideportasi dari Timor Leste ke negara asalnya pada Kamis (29/5) sore pukul 15.41 WTL. Foto Tatoli/Antonio Daciparu

Diduga pembunuhan terhadap Degamo dipicu hasil Pemilihan Gubernur  di provinsi Negros Oriental, Filipina pada september 2022. Dimana, Degamo berhasil mengalahkan adik Teves, Henry.

Arnolf Teves Jr ajukan permohonan Suaka ke Timor-Leste

Arnolf Teves Jr yang merupkan  seorang warga negara Filipina dan mantan anggota parlemen itu mengajukan permohonan suaka ke Pengadilan Tinggi Timor-Leste untuk menghindari tuduhan yang dilontarkan oleh Pemerintah Filipina atas dirinya dalam kasus pembunuhan Gubernur Negros Oriental, Roel Degamo. Ini adalah ketiga kalinya Teves yang merupakan warga negara Filipina meminta status suaka melalui pengadilan.

“Saya telah mengajukan kembali permohonan suaka politik kepada Pengadilan Timor-Leste. Saya berharap permohonan ini akan menguntungkan bagi saya dan memungkinkan saya untuk tinggal di Timor-Leste sampai saya dibebaskan dari penganiayaan,” kata Arnolfo kepada media dalam konferensi pers yang diadakan di Hotel Timor pada 22 mei 2023.

Dalam  konferensi pers itu, Arnolfo Taves berharap Timor-Leste akan memberikan pendapat yang positif kepadanya, dengan mengizinkan dia dan keluarganya untuk tetap tinggal di Timor-Leste, mengingat negara ini membela hak asasi manusia.

“Saya percaya bahwa Timor-Leste mampu memberikan saya suaka politik dan menyediakan tempat yang aman untuk saya tinggali. Oleh karena itu, saya sama sekali tidak setuju dengan pemaksaan untuk kembali ke negara saya, karena itu menempatkan saya dalam bahaya dan saya akan dibunuh oleh Pemerintah saya,” paparnya.

Arnolfo Taves sendiri telah  mengunjungi Timor-Leste tiga kali, pertama pada tahun 2016, kedua pada oktober 2022, dan ketiga pada april 2023. Saat ini dia berada di Timor-Leste ditemani oleh keluarga dan beberapa teman.

INTERPOL keluarkan Red Notice terhadap Arnolfo Taves Jr

Dalam laman resmi kantor berita Filipina, Philipine News Agency juga menyebutkan bahwa, Organisasi Polisi Kriminal Internasional (INTERPOL) telah mengeluarkan Red Notice terhadap mantan anggota parlemen yang menjadi buronan, Arnolfo Teves Jr.

Menteri Kehakiman Filipina, Jesus Crispin Remulla mengatakan  dalam konferensi pers, bahwa sebuah tim dari Biro Investigasi Nasional (NBI) akan dikirim ke lokasi terakhir Teves diketahui berada untuk bekerja sama dengan INTERPOL dalam menegakkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh pengadilan Manila. “INTERPOL Red Notice setara dengan surat perintah penangkapan internasional,” jelasnya.

“Timor-Leste bisa saja menangkap Teves. Namun, mereka mungkin lebih suka kami mengirim tim ke sana. Kemungkinan besar, kami akan mengirim tim ke Timor-Leste untuk melaksanakan surat perintah tersebut,” katanya.

Arnolf Teves tiba di Timor-Leste pada 27 april 2023 dan dia mengajukan permohonan suaka kepada pihak berwenang di Timor-Leste pada tanggal 3 mei 2023.

Sementara, Departemen Luar Negeri Filipina menerima informasi dari Kedutaan Besar Filipina di Timor-Leste mengenai tanggapan Timor-Leste terhadap permohonan Teves yang diajukan pada tanggal 03 Mei 2023.

“Kementerian Dalam Negeri Timor-Leste mengonfirmasi bahwa permohonan suaka politik Perwakilan Teves telah ditolak,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri Filipina. 

Buronan asal Filipina, Arnolfo Teves Jr dijemput dengan Pesawat Angkatan Udara (AU) Filipina nomor 142. Foto Tatoli/ Francisco Sony

Pemerintah minta pengadilan  lakukan ekstradisi Arnolfo Teves ke Filipina

Pemerintah Timor-Leste melalui Menteri Kehakiman Timor-Leste, Sergio da Costa Hornai, pada Mei 2024  memutuskan dan meminta untuk mengekstradisi atau menyerahkan kembali buronan Warga Negara Asing (WNA), Arnolfo Teves Jr ke negara asalnya Filipina.

“Seperti yang diketahui, kita mempertimbangkan berbagai persyaratan dan hukum pidana yang diterapkan di Filipina, serta melihat seluruh proses dan materi khususnya tentang aturan hukuman pidana bahwa saat ini tidak ada hukuman mati dan penjara seumur hidup yang berlaku di Timor-Leste. Jadi, semuanya tergantung pada kondisi yang kita miliki, terutama kita melihat kepentingan Timor-Leste sebagai negara pengamat di Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN),” kata Menteri Sergio.

Menteri Sergio menjelaskan, keputusan untuk buronan Arnolfo Teves tentu saja ada dua hal yang harus dipertimbangkan yaitu, menolak atau melakukan ekstradisi.

Pengadilan Banding bebaskan Arnolfo Teves dari tahanan rumah

Pengadilan Banding (TR) Timor-Leste, jumat, 21 juni 2024 mengeluarkan surat perintah keputusan untuk membebaskan buronan Warga Negara Asing (WNA), Arnolfo Teves Jr asal Filipina dari tahanan rumah (domisili).

“ Ha’u haruka atu hasai kedas extraditandu ne’ebe temi iha kraik hosi prizaun, bainhira laiha prosesu seluk hasoru nia (Saya meminta untuk membebaskan Arnolfo Teves Jr dari tahanan, jika tidak ada proses hukum lain yang didakwakan kepadanya),” tulis Surat Perintah Pembebasan (Mandado de Libertação) dari Pengadilan Banding yang ditandatangani Hakim Penasehat, Jacinta Correira da Costa.

Surat Perintah Pembebasan yang dikeluarkan pada jumat 21 juni 2024 dengan nomor NUC No. : 0024/24.TRDIL 48/INQ/2024/TR, tersebut juga ditandatangani terdakwa yang dibebaskan Arnolfo Teves Jr.

Dalam keputusan itu, Pengadilan Banding juga  memutuskan melarang buronan berwarga negara Filipina tersebut untuk melakukan kunjungan ke luar negeri. Selain itu, Pengadilan juga meminta Arnolfo Teves Jr untuk tidak berpindah tempat tinggal, selama tidak mendapatkan izin dari Pengadilan berdasarkan pasal 192 KUHP (Kitab Udang-Undang Hukum Pidana) Timor-Leste. 

Pengadilan Timor – Leste tolak ekstradisi Arnalfo Teves ke Filipina

Pengadilan Timor-Leste melalui Mahkamah Agung (STJ – Supremo Tribunal de Justiça) pada Kamis (20/03/2025), menerima permohonan banding yang diajukan Pengacara, José Ximenes selaku Pembela Arnolfo Teves Jr, pada bulan Desember tahun lalu dengan memutuskan tidak mengekstradisi Arnolfo Teves Jr ke negara asalnya, Filipina.

Setelah Mahkamah Agung menganalisis permohonan banding tersebut, Mahkamah Agung, pada Kamis (20/03/2025), melalui tiga hakim pleno yang diketuai Hakim Maria Natércia Gusmão Pereira, dengan dua anggota hakim masing-masing, António Helder Viana do Carmo dan Edite Palmira dos Reis, memutuskan menolak permohonan estradisi yang diajukan oleh Pemerintah Timor-Leste.

Putusan Mahkamah Agung ini didasarkan pada pasal 35 Konstitusi RDTL tentang ekstradisi dan pengusiran pada alinea ketiga yang berbunyi “Ekstradisi atas kejahatan-kejahatan yang, di bawah hukum Negara pemohon ekstradisi, dikenakan dengan hukuman mati atau pemenjaraan seumur hidup atau keadaan di mana diduga bahwa orang yang akan diekstradisi mungkin akan disiksa, diperlakukan secara tidak manusiawi, yang merendahkan martabat manusia atau yang kejam, tidak akan diizinkan”.

“Dalam putusan tersebut, Sidang pleno hakim Mahkamah Agung memutuskan berdasarkan pasal 35 alinea 3 Konstitusi RDTL, menolak permohonan ekstradisi kepada Arnolfo Alipit Teves Jr,”  demikian keputusan hakim Mahkamah Agung dalam putusannya yang dikutip Tatoli, kamis (20/03/2025). 

Sebelumnya,  pada tanggal 15 Desember 2024, pembelaan Arnolfo Teves Jr., Pengacara Swasta, José Ximenes, mengajukan banding ke Mahkamah Agung untuk meminta Mahkamah Agung untuk tidak mengekstradisi Arnolfo Teves Jr ke negara asalnya Filipina. 

Otoritas Imigrasi dan Polisi kembali tahan Arnolfo

Otoritas keamanan Timor-Leste yang terdiri dari Dinas Imigrasi (Servisu Migrasaun/SM) dan Kepolisian Nasional Timor-Leste unit BOP (Batalhão de Ordem Pública – portugis) telah menangkap warga negara Filipina, Arnolfo Teves Jr., pada Selasa malam (27/05/2025) sekitar pukul 20.20 Waktu Timor-Leste di kediamannya di Metiaut, Dili.

Menurut informasi yang diperoleh TATOLI di lapangan, penangkapan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti putusan pengadilan yang menolak permohonan suaka politik yang sebelumnya diajukan Arnolfo. Ia mengklaim menghadapi penganiayaan politik di negara asalnya, Filipina.

Setelah ditangkap, Arnolfo  diamankan di Kantor Imigrasi Vila Verde, dan sesuai rencana, akan segera dideportasi kembali ke negara asalnya Filipina.

Keputusan administratif  Kemendagri, Arnolfo Teves segera dideportasi dari Timor-Leste   

Pemerintah Timor-Leste melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengambil langkah tegas dengan memutuskan untuk mendeportasi warga negara Filipina, Arnolfo Teves Jr yang tengah menghadapi berbagai dakwaan pidana berat di negaranya.

“Dalam konteks ini, Pemerintah menginformasikan bahwa warga negara Arnolfo Teves Jr. akan dideportasi dari Timor-Leste berdasarkan keputusan administratif Kementerian Dalam Negeri. Karena ia (Arnolfo) berada di negara ini tanpa visa yang sah, tanpa izin tinggal yang sah, dan paspornya telah dibatalkan oleh Pemerintah Filipina. Keputusan ini yang berlaku segera, didasarkan pada undang-undang nasional tentang migrasi dan suaka, serta didasarkan pada risiko yang ditimbulkan oleh tinggalnya warga negara itu terhadap ketertiban umum dan keamanan nasional,” demikian bunyi dari siaran pers dari Kabinet Dewan Menteri yang diakses Tatoli, rabu (28/05/2025).

Akhirnya Arnolfo Teves dideportasi ke Filipina 

Buronan asal Filipina, Arnolfo Teves Jr., resmi dideportasi dari Timor Leste ke negara asalnya pada Kamis (29/5/2025) sore pukul 15.41 waktu Timor-Leste. Proses deportasi dilakukan melalui Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato, Comoro, Dili, menggunakan pesawat Angkatan Udara (AU) Filipina nomor 142.

TATOLI

 

 

Publisidade

Leave a Reply

Latest Post

error: Content is protected !!