DILI, 19 Mei 2025 (TATOLI)-– Duta Besar Sahara Barat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sidi Mohamed Omar, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Pemerintah Timor-Leste atas solidaritas dan dukungan yang terus diberikan terhadap perjuangan rakyat Sahara Barat.
Hal ini disampaikan usai pertemuannya dengan Perdana Menteri, Xanana Gusmão dalam sebuah kunjungan kehormatan di Kantor Pemerintah Dili.
“Kami merasa sangat terhormat mendapat sambutan dari Perdana Menteri Xanana Gusmão. Ini bukan pertama kalinya kami bertemu, dan seperti biasa, kami selalu merasakan bahwa Timor-Leste adalah rumah kedua kami,” ujar Sidi Mohamed.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak bertukar pandangan mengenai isu-isu terkini, khususnya perkembangan konflik Sahara Barat.
Perdana Menteri Xanana Gusmão kembali menegaskan komitmen dan dukungan Pemerintah serta rakyat Timor-Leste terhadap hak rakyat Sahrawi untuk menentukan nasib sendiri dan mencapai kemerdekaan penuh.
“Ia (PM Xanana) menegaskan kembali bahwa Timor-Leste akan terus mendukung perjuangan kami di forum-forum regional dan internasional, agar rakyat Sahrawi dapat menikmati kebebasan yang sama seperti yang dinikmati rakyat Timor-Leste,” lanjut Dubes Sidi Omar.
Ia juga menyampaikan terima kasih mendalam atas prinsip solidaritas yang terus dijaga oleh Pemerintah Timor-Leste, seraya menyebut dukungan tersebut sebagai bentuk keberanian moral dan historis yang sangat berarti dalam perjuangan rakyatnya.
Pertemuan tersebut juga turut dihadiri oleh Duta Besar Republik Demokratik Sahara Barat di Timor-Leste, Boibait Malainin Boibuat.
Sebelumnya, pada 11 Maret 2025, Parlemen Nasional (PN) Timor-Leste menyetujui resolusi pembentukan komisi khusus untuk memantau konflik Sahara Barat. Dalam sidang pleno yang dipimpin oleh Ketua PN Maria Fernanda Lay, resolusi tersebut disetujui secara bulat dengan 54 suara mendukung.
Komisi ini bertugas memantau perkembangan perjuangan rakyat Sahrawi di tingkat nasional dan internasional, termasuk mengikuti keputusan Majelis Umum dan Dewan Keamanan PBB, serta menjaga hubungan dengan organisasi-organisasi terkait.
Komisi juga akan berperan dalam menyusun rekomendasi kebijakan dan membangun komunikasi aktif dengan Komite Parlemen Sahara Barat, guna memperkuat posisi Timor-Leste sebagai pendukung utama kemerdekaan Sahara Barat.
Komposisi komisi ini mencakup delapan anggota yang berasal dari berbagai fraksi partai, termasuk CNRT, FRETILIN, PD, KHUNTO, dan PLP, serta dilengkapi dengan anggota alternatif. Masa kerja komisi akan berlangsung selama periode legislatif berjalan dan dapat diperpanjang hingga tercapainya penyelesaian konflik.
Dengan dukungan politik yang kuat dan hubungan diplomatik yang erat, Timor-Leste menegaskan kembali posisinya sebagai salah satu negara yang paling konsisten mendukung hak penentuan nasib sendiri bagi rakyat Sahara Barat.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




