DILI, 13 Mei 2025 (TATOLI)— Dalam salah satu pertemuan publik pertamanya sejak terpilih, Paus Leo XIV mengajak para profesional media untuk menjadikan komunikasi sebagai sarana memupuk perdamaian, menyuarakan kebenaran, dan membentuk budaya yang manusiawi.
Berbicara di hadapan wartawan dari seluruh dunia yang hadir di Aula Paulus VI, Vatikan, pada Senin pagi, Paus Leo XIV mengucapkan terima kasih atas kerja keras mereka selama periode transisi Gereja yang intens, meliputi wafatnya Paus Fransiskus, konklaf, hingga hari-hari pertama masa kepemimpinannya.
Dalam pidatonya, Paus Leo XIV mengajak media untuk menghindari komunikasi yang agresif, partisan, atau sekadar mengejar sensasionalisme. Ia menegaskan bahwa komunikasi sejatinya harus berakar pada kasih dan tanggung jawab moral terhadap kebenaran.
“Cara kita berkomunikasi sangatlah penting. Kita harus mengatakan ‘tidak’ pada perang kata-kata dan gambar; kita harus menolak paradigma perang,” ujar Paus dikutip dari Vatican News.

Paus Leo XIV menekankan bahwa komunikasi yang sehat dapat memupuk perdamaian jika disampaikan dengan memperhatikan martabat manusia dan kebenaran. Ia mendorong para jurnalis untuk meninggalkan budaya persaingan dan tidak menggunakan media sebagai alat konflik.
Dalam semangat solidaritas, ia juga menyuarakan dukungan bagi para jurnalis yang dianiaya atau dipenjara karena menyuarakan kebenaran. Ia menyerukan pembebasan mereka dan menegaskan pentingnya kebebasan berekspresi dan pers dalam masyarakat yang demokratis.
“Hanya individu yang terinformasi yang dapat membuat pilihan bebas,” katanya, menegaskan peran vital media dalam pembentukan opini publik yang sehat.
Paus mengakui bahwa dunia saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan sosial dan teknologi yang kompleks. Ia mengutip Santo Agustinus: “Marilah kita hidup dengan baik, dan zaman akan menjadi baik. Kita adalah zamannya.”
Ia memperingatkan bahaya kebingungan bahasa dan ideologi yang tidak berakar pada kasih, serta mengajak media untuk menjadi penuntun keluar dari “Menara Babel” modern—yakni kondisi masyarakat yang terpecah karena komunikasi yang tidak manusiawi.
“Komunikasi bukan hanya penyampaian informasi, tetapi juga penciptaan budaya. Ruang digital dan manusiawi di mana dialog dan diskusi dapat tumbuh,” katanya.
Menyinggung kemajuan teknologi, Paus Leo XIV mengingatkan tentang perlunya kebijaksanaan dan tanggung jawab dalam penggunaan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, AI memiliki potensi besar untuk kebaikan bersama, tetapi juga dapat membahayakan jika tidak diarahkan oleh etika dan nilai-nilai kemanusiaan.
Paus Leo XIV menggemakan pesan mendiang Paus Fransiskus untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2025, dengan ajakan tegas: “Marilah kita melucuti komunikasi dari semua prasangka dan kebencian, fanatisme dan bahkan kebencian. Marilah kita melucuti kata-kata, dan kita akan membantu melucuti dunia.”
Seruan ini memperlihatkan visi Paus Leo XIV terhadap media, bukan sekadar sebagai pengantar informasi, tetapi sebagai pembentuk peradaban yang lebih damai, manusiawi, dan penuh kasih.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




