iklan

KESEHATAN, HEADLINE

Telur nyamuk ber-Wolbachia dari Australia telah tiba di Timor-Leste

Telur nyamuk ber-Wolbachia dari Australia telah tiba di Timor-Leste

Ilustrasi telur nyamuk. Foto/google

DILI, 07 Mei 2025 (TATOLI)Telur nyamuk ber-Wolbachia dari Australia telah tiba di Timor-Leste pada hari Selasa (06/05).

Telur nyamuk ber-Wolbachia adalah telur nyamuk Aedes aegypti yang telah diinfeksi dengan bakteri Wolbachia yang diturunkan dari generasi ke generasi berikutnya melalui telur, sehingga nyamuk yang menetas dari telur tersebut juga akan ber-Wolbachia.

Perwakilan Sekolah Penelitian Kesehatan dari Menzies di Timor-Leste, Dokter Nelson Martins, mengatakan, telur nyamuk ber-Wolbachia yang telah sampai, akan disimpan dalam satu kapsul sekitar 100 telur beserta dengan makananya, sehingga telur yang ada sekitar 3.000 kapsul yang saat ini disimpan dalam labarotorium Menzies menunggu proses penyebaran.

“Nyamuk tidak dikirim, melainkan telur ber-Wolbachia, yang saat ini disimpan dalam kontainer. Ini merupakan kerjasama dari Menzies, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan para ahli dari laboratorium yang mempunyai pengalaman mengirim sampelnya ke Australia serta melengkapi persyaratan yang harus dipenuhi agar telur nyamuk tersebut dapat tiba di Timor-Leste dengan aman,” kata Dokter Nelson Martins pada wartawan di kantor Menzies, Bidau-Lecidere, Rabu ini.

Dijelaskan, Menzies berkerjasama dengan Kemenkes, sebelumnya menangkap 1.000 lebih nyamuk di Timor-Leste, termasuk Aedes Aegipty dan dikirimkan ke Australia untuk menghilangkan dengan nyamuk Wolbachia, yang merupakan metode biologis untuk mencegah berbagai penyakit.

“Program Wolbachia bertujuan untuk menyuntikkan bakteri Wolbachia guna memerangi demam berdarah, zika, chinkungunya yang ada di negara kita. Jika program ini berhasil, kita dapat memberantas penyakit-penyakit yang disebabkan oleh demam berdarah ini,” ujarnya.

Dokter menambahkan, saat dalam proses penyebaran, kapsul tersebut akan di simpan dalam toples yang berisi 10 kapsul, dimana setiap toples dengan air, dan menunggu tujuh hingga delapan hari, hingga telur akan menetas menjadi nyamuk, dan akan disebarkan pada lingkungan masyarakat.

“Telurnya akan menetas secara bertahap, hanya beberapa saja yang akan menetas. Proses inkubasi berlangsung selama seminggu hingga menjadi nyamuk dewasa,” ujarnya.

Berita terkait : Juni – Juli tahun ini, SSMD mulai sebarkan nyamuk Wolbachia di Dili

Dokter Nelson mengatakan bahwa metode Wolbachia untuk memerangi demam berdarah, untuk melengkapi upaya Pemerintah Timor-Leste dalam memerangi demam berdarah.

Wolbachia dalam tubuh nyamuk Aedes aegypti dapat menurunkan replikasi virus dengue sehingga bermanfaat dalam mengurangi kemampuan nyamuk tersebut sebagai penular demam berdarah. Pertumbuhan bakteri atau virus terjadi melalui mekanisme kompetisi mendapatkan makanan antara virus dengue dan bakteri Wolbachia dalam tubuh nyamuk. Makin sedikit mendapatkan suplai makanan, makin sulit virus dengue berkembang biak.

Beberapa negara yang memanfaatkan wolbachia untuk menurunkan kasus demam berdarah yaitu Indonesia, Brazil, Australia, Vietnam, Fiji, Vanuatu, Meksiko, Kiribati, New Caledonia, Sri Lanka, Laos, Kolombia, Honduras, El Salvador, dan Singapura (Metode Suppression).

Reporter     : Mirandolina Barros Soares

Editor          : Julia Chatarina

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!