DILI, 06 Mei 2025 (TATOLI)—Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Urusan Sosial, Kementerian Kesehatan, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa ini, meluncurkan kampanye pekan gizi nasional di Timor-Leste.
“Hari ini adalah hari yang sangat penting bagi Timor-Leste, dengan harapan dan komitmen yang besar, kami secara resmi meluncurkan kampanye pekan gizi nasional, sebuah seruan nasional untuk bertindak demi kesehatan dan kesejahteraan rakyat kita. Kampanye ini mengingatkan kita bahwa nutrisi merupakan pusat perkembangan nasional dan potensi kemanusiaan,” kata Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Urusan Sosial, Mariano Assanami Sabino, melalui pidatonya di acara peluncuran program di aula Larigutu CNE, Caicoli.
Menurutnya, gizi yang baik adalah fondasi bagi masyarakat yang kuat, warga negara yang produktif, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. “Bila anak-anak tercukupi gizinya, mereka akan tumbuh lebih kuat dan belajar lebih baik. Jika ibu tercukupi kebutuhannya, keluarga pun sejahtera. Dan bila masyarakat terpelihara, bangsa akan sejahtera”.
“Namun jika gizi diabaikan, konsekuensinya akan berdampak pada generasi mendatang. Gizi tidak hanya memengaruhi kesehatan individu, tetapi juga melemahkan sistem kesehatan, menghambat hasil pendidikan, mengurangi produktivitas tenaga kerja, dan membatasi kemajuan ekonomi yang telah kita semua upayakan dengan keras untuk dicapai,” ungkapnya.
Berita terkait : Temui Horta, Dubes Kanada bahas potensi kerjasama dukungan gizi bagi perempuan – anak
Wakil Perdana Menteri Asanami, mendorong pemberian ASI dan praktik pemberian makanan yang bergizi dan bernutrisi bagi bayi dan anak kecil agar dapat mencegah makanan tidak sehat dan minuman manis, serta mendukung keluarga untuk membuat keputusan yang tepat tentang gizi dan kesehatan mereka.
Di kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan, Elia dos Reis Amaral, menjelaskan, peluncuran program ini merupakan upaya nasional untuk mempromosikan kesehatan, gizi, dan keamanan pangan bagi setiap warga negara Timor-Leste.
“Gizi merupakan bagian penting dalam tumbuh kembang manusia, sejak masa pembuahan, masa kehamilan, bayi, anak, remaja, dewasa hingga lansia menjadi sasaran intervensi gizi yang baik sepanjang siklus kehidupan. Negara kita Timor-Leste menghadapi berbagai tantangan dalam menanggulangi masalah gizi. Di sisi lain, kita juga menghadapi masalah kegemukan yang dapat mengakibatkan masyarakat rentan terhadap penyakit tidak menular lainnya seperti hipertensi, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan kanker,” Elia menambahkan.
Oleh karena itu, pekan gizi nasional diperuntukkan bagi semua orang, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, guru, murid, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Demikian pula yang dijelaskan oleh Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia di Timor-Leste Arvind Mathur, peluncuran program ini merupakan inisiatif seruan untuk bertindak dan cerminan komitmen nasional untuk membangun Timor-Leste yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih tangguh.
“Saya mengakui dan memuji Kementerian Kesehatan karena memasukkan visi yang berani dan berwawasan ke depan dalam Rencana Strategis Kesehatan dan Gizi Nasional 2022–2026. Dengan menetapkan satu minggu setiap bulan sebagai pekan gizi, Pemerintah mengirimkan pesan yang jelas dan kuat bahwa gizi bukanlah acara satu kali atau makalah politik – ini terutama merupakan prioritas nasional yang membutuhkan perhatian berkelanjutan, tindakan lintas sektoral, dan keterlibatan di tingkat akar rumput,” jelas Arvind.
Ia menuturkan, gizi bukan hanya tentang makanan di piring, melainkan tentang kemampuan anak untuk belajar dan kemampuan seorang ibu untuk melahirkan dengan aman.
Selain itu, gizi juga merupakan kemampuan suatu negara untuk tumbuh dan sejahtera. Di Timor-Leste, di mana satu dari dua anak di bawah usia lima tahun masih mengalami pertumbuhan yang buruk dan dimana kekurangan gizi terus menjadi hambatan bagi pembangunan manusia, untuk itu kampanye ini sangat tepat waktu dan diperlukan.
Perserikatan Bangsa-Bangsa tetap berkomitmen penuh untuk mendukung rakyat dan Pemerintah Timor-Leste untuk memastikan bahwa semua anak, wanita, dan keluarga memiliki akses ke makanan bergizi, layanan kesehatan berkualitas, dan pengetahuan untuk membuat pilihan yang sehat.
Reporter : Mirandolina Barros Soares
Editor : Julia Chatarina




