iklan

HEADLINE, SOSIAL INKLUSIF

Air Mata duka dari Timor-Leste: Uskup Agung ajak seluruh umat berdoa untuk Paus Fransiskus

Air Mata duka dari Timor-Leste: Uskup Agung ajak seluruh umat berdoa untuk Paus Fransiskus

Uskup Agung Metropolitan Dili, Dom Virgílio Kardinal do Carmo da Silva, menggelar konferensi pers di Lecidere – Dili, Kamis (17/04/2025). Foto Tatoli/António Daciparu

DILI, 21 April 2025 (TATOLI) Uskup Agung Metropolitan Dili, Dom Virgílio Kardinal do Carmo da Silva, mengajak seluruh umat Katolik untuk bersatu dalam doa bagi arwah Paus Fransiskus, yang wafat hari ini di Vatikan.

 Dalam suasana penuh haru, Dom Virgílio menyampaikan pesannya dalam konferensi pers yang digelar di Lecidere.

Ia meminta agar seluruh Paroki di Timor-Leste mengadakan misa khusus pada pagi hari esok untuk mengenang dan mendoakan pemimpin tertinggi Gereja Katolik yang dicintai umat di seluruh dunia, termasuk rakyat Timor.

“Saya mohon dengan tulus agar semua umat mempersembahkan misa khusus bagi Paus Fransiskus. Beliau bukan hanya pemimpin gereja, tetapi juga sahabat sejati rakyat Timor,” ungkap Kardinal dalam konferensi pers, Senin ini.

Sebagai bagian dari penghormatan, monumen Nossa Senhora Imaculada da Conceição di Lecidere akan dibuka pukul 10.00 pagi bagi siapa saja yang ingin meletakkan bunga dan mengucapkan doa pribadi untuk Paus.

Misa khusus belasungkawa juga akan dilangsungkan di altar Tasitolu, lokasi bersejarah yang menjadi saksi kehadiran Paus Fransiskus saat kunjungannya tahun lalu.

Berita terkait : Timor-Leste akan tetapkan hari berkabung nasional untuk mengenang wafatnya Paus Fransiskus

Dalam pesannya, Uskup Agung mengutip pesan terakhir penuh kasih dari Paus Fransiskus kepada rakyat Timor, “Hatiku ada di Timor, cintaku ada di Timor.” Kata-kata itu terus menggema dalam kenangan umat yang sempat menyambut Paus saat kunjungan historisnya ke negeri ini.

“Kita sangat merasakan cintanya. Dalam kunjungan singkat selama tiga hari, beliau membuat kita merasa sangat berarti,” ujar Dom Virgílio, mengenang hangatnya interaksi Paus dengan hampir 600 ribu umat yang berkumpul di Tasi-tolu.

Sebagai bentuk penghormatan liturgi, Kardinal juga mengimbau agar nama Paus Fransiskus tidak lagi disebut dalam misa, sejalan dengan tradisi Gereja yang menantikan penunjukan Paus baru.

Kabar wafatnya Paus diterima langsung oleh Uskup Agung melalui komunikasi dari mantan perwakilan Vatikan di Timor, Monsignor Marco Sprizzi. Dalam waktu dekat, Konferensi Episkopal Timor (CET) juga akan membuka buku belasungkawa bagi para pejabat, diplomat, dan masyarakat yang ingin menyampaikan pesan duka mereka.

“Meninggalnya Paus adalah kehilangan besar, bukan hanya bagi Gereja Katolik, tapi juga bagi seluruh rakyat Timor yang telah menjadi bagian dari hatinya,” pungkas Kardinal dalam suasana yang penuh duka dan penghormatan mendalam.

Reporter     : Cidalia Fátima

Editor          : Julia Chatarina

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!