DILI, 09 April 2025 (TATOLI)— ADB (Asian Development Bank) dalam laporan Asian Development Outlook (ADO) April 2025 melaporkan pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara pada 2025 dan 2026 akan mencapai 4,7%.
Laporan itu juga menegaskan prospek pertumbuhan ekonomi Timor-Leste positif, dengan ekonomi diproyeksikan tumbuh pada tingkat tahunan rata-rata 3,9% dari 2025 hingga 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan konsumen yang kuat dan kebijakan fiskal ekspansif.
Dalam laporan ekonomi andalannya, Asian Development Outlook (ADO) April 2025, ADB memperkirakan pertumbuhan mencapai 4,0% pada 2025 sebelum sedikit menurun menjadi 3,8% pada 2026. Tingkat pertumbuhan ini yang lebih tinggi dari rata-rata historis terutama didukung oleh peningkatan investasi modal, konsumsi swasta, dan layanan.
Prakiraan pertumbuhan tersebut dirampungkan sebelum pengumuman tarif baru oleh pemerintah Amerika Serikat pada 02 April 2025. Akibatnya, proyeksi dasar hanya memperhitungkan tarif yang berlaku sebelum pengumuman ini. Namun, ADO April 2025 mencakup analisis dampak potensial tarif yang lebih tinggi terhadap pertumbuhan di Asia dan Pasifik.
Perwakilan ADB untuk Timor-Leste, Stefania Dina mengatakan pertumbuhan ekonomi Timor-Leste diperkirakan akan meningkat, didorong oleh meningkatnya permintaan domestik dan pelaksanaan anggaran yang lebih baik, sehingga menjadi jalur yang menjanjikan ke depan.
“Untuk mempertahankan momentum ini, berinvestasi dalam sumber daya manusia melalui belanja publik yang strategis dan pembangunan jangka panjang sangatlah penting. Dengan demikian, Timor-Leste dapat mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan, meningkatkan ketahanannya, dan membuka potensi penuhnya,” ungkap Stefania Dina di kantor ADB, rabu ini.
Inflasi rata-rata diperkirakan akan tetap rendah pada 2,8% pada 2025–2026 karena moderasi harga pangan dan barang yang dapat diperdagangkan secara global, serta kenaikkan harga yang rendah pada barang dan jasa yang tidak dapat diperdagangkan. Defisit transaksi berjalan diproyeksikan akan melebar terutama karena impor yang lebih tinggi.
Risiko terhadap prospek pertumbuhan Timor-Leste meliputi bencana yang disebabkan oleh bencana alam, kondisi cuaca ekstrem, fluktuasi dalam hal perdagangan karena masalah geopolitik global dan meningkatnya ketegangan perdagangan, rendahnya pelaksanaan investasi modal publik, dan lemahnya penyediaan layanan publik.
Laporan tersebut juga menebutkan total pertumbuhan ekonomi atau PDB (Produk Domestik Bruto) pada periode 2025 dan 2026 di Asia Tenggara bertahan pada 4,7% yang terbagi pada Brunei Darussalam (2,5% ke 2,0%), Kamboja (6,1% ke 6,2%), Indonesia (5,0% ke 5,1%), Laos (3,9% ke 4,0%), Malaysia (4,9% ke 4,8%), Myanmar (1,1% ke 1,6%), Filipina (6,0% ke 6,1%), Singapore (2,6% ke 2,4%), Thailand (2,8% ke 2,9%), Timor-Leste (4,0% ke 3,8%) dan Vietnam (6,6% ke 6,5%).
ADB adalah bank pembangunan multilateral terkemuka yang mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan, inklusif, dan tangguh di seluruh Asia dan Pasifik. Bekerja dengan para anggota dan mitranya untuk memecahkan tantangan yang rumit bersama-sama, ADB memanfaatkan perangkat keuangan yang inovatif dan kemitraan strategis untuk mengubah kehidupan, membangun infrastruktur yang berkualitas, dan menjaga planet ini.
Didirikan pada tahun 1966, ADB dimiliki oleh 69 anggota negara dimana 49 di antaranya dari kawasan tersebut.
Reporter : Cidalia Fátima
Editor : Armandina Moniz




