iklan

EKONOMI, HEADLINE

Festival resmi ditutup, Presiden Horta minta masyarakat lokal tetap jaga bukit Rabilau

Festival resmi ditutup, Presiden Horta minta masyarakat lokal tetap jaga bukit Rabilau

Presiden Republik, José Ramos Horta secara resmi menutup Festival Rabilau 2024 pada jumat (18/10) di pegunungan Rabilau, Maubisse, Ainaro. Foto Media Kepresidenan

AINARO, 18 oktober 2024 (TATOLI)—Presiden Republik, José Ramos Horta meminta masyarakat dan pemerintahan lokal di Maubisse, Ainaro untuk tetap menjaga bukit Rabilau dengan sebaik mungkin sehingga bisa  dikembangkan lebih baik lagi  agar nantinya festival yang sama bisa terus digelar.

Demikian hal itu diungkapkan Presiden Horta dalam pidatonya saat  secara resmi menutup Festival Rabilau 2024 pada jumat (18/10). Festival itu sendiri telah digelar sejak 16 – 18 oktober di pegunungan Rabilau, Maubisse, Ainaro.

José Ramos Horta dalam pidato penutupan mengakui persiapan untuk Festival Rabilau terkesan sangat tergesa-gesa karena tahun ini Pemerintah Timor-Leste harus menyiapkan beberapa rangkain kegiatan yang bersifat internasional dan menerima tamu kehormatan dari Sekjen (Sekretaris Jenderal) Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres dan juga Bapa Suci Paus Fransiskus.

Berita terkait : Presiden Horta berharap Festival Rabilau jadi perayaan terbesar di Timor-Leste

Tarian tradisional yang ditampailkan dalam penutupan Festival Rabilau 2024 pada jumat (18/10) di pegunungan Rabilau, Maubisse, Ainaro. Foto Media Kepresidenan

“Ini tempat yang bagus. Saya ingin ada festival seperti ini selalu digelar  setiap tahunnya,” Presiden Horta  dalam penutupan Festival Rabilau 2024, jumat (18/10).

Meskipun dengan berbagai acara, tetapi Presiden mengakui keteguhan Pemerintah dan Masyarakat di Maubisse untuk melakukan persiapan di Rabilau sehingga semua bisa berjalan dengan baik sampai penutupan festival pada malam ini.

“Semua orang sibuk, baik dari pihak  pemerintah maupun dari pihak  Kepresidenan Republik yang juga berupaya untuk mengorganisir Festival Rabilau. Semuanya bekerja dengan sangat keras. Malam ini kita secara resmi menutup festival ini. Terima kasih kepada semuanya, tetap jagalah tempat ini. Karena, saya percaya bahwa setelah ini akan terus dikembangkan dengan baik tempat ini, dan jangan membangun rumah di tempat ini. Karena ini merupakan tempat suci,” paparnya.

Mengakhiri Festival Rabilau tersebut, Masyarakat di Desa Maubisse Villa juga menyambut baik upaya untuk perayaan dan berharap bisa digelar tiap tahun sehingga lebih banyak wisatawan yang berkunjungan baik nasional maupun internasional.

“Selama tiga bulan terakhir, kami disini bekerja dengan sangat keras dan kami senang karena Pemerintah dan Presiden Republik berupaya untuk memprmosikan tempat ini, meksipun fasilitas disini belum lengkap tapi kami senang dan kedepannya bisa terus diperbaiki,” ucap Manuel Soares Sarmento, Masyarakat Maubisse.

Seorang Nenek bernama Maria Martins Tilman dari Maubisse juga berharap Pemerintah tidak hanya fokus untuk menyelengarakan festival tetapi juga harus fokus untuk memperbaiki insfrastruktur dasar di sekitaran Rabilau sehingga masyarakat setempat merasa diperhatikan.

Berita terkait : Festival Rabilau 2024 : 87 UMKM  perkenalkan produk tradisional melalui pameran

Tarian tradisional yang ditampailkan dalam penutupan Festival Rabilau 2024 pada jumat (18/10) di pegunungan Rabilau, Maubisse, Ainaro. Foto Media Kepresidenan

“Ini baik sekali karena beberapa jalan diperbaiki, meskipun tidak beraspal tapi senang karena kita kesini ada listrik, kalo bisa air bersih dan listrik untuk setiap rumah dan kami ingin tahun depan diadakan lagi,” katanya.

Kepala Desa Maubisse Villa, Wilson Nivio juga berterima kasih atas perayaan besar yang sudah digelar dan masyarakat Maubisse berkomitmen untuk terus menjaga dan melestarikan tempat wisata di Rabilau.

“Kami berterima kasih pada Presiden Republik dan Pemerintah dan bersama para tetua adat dan masyarakat serta para kaum muda bahwa ini daerah yang dilindungi sehingga tidak akan ada masyarakat yang datang untuk membangun rumah disini, dan kita sudah memiliki aturan yang disepakati bersama. Kita akan bekerja lebih keras,” katanya.

Meskipun perayaan tahun ini membawa senyuman dan kebahagiaan di masyarakat Maubisse tetapi hal ini terus tidak seperti yang dialami oleh beberapa perwakilan kotamadya yang hadir dalam Festival Rabilau karena menilai kurangnya persiapan.

Koordinator Seni dan Budaya Kota Manatuto, Febrinha da Cunha mengatakan, festival ini digelar dengan anggaran yang besar, namun persiapannya yang belum maksimal.

Febrinha Chuna merekomendasikan jika tahun depan diadakan festival budaya jangan hanya melihat Kotamadya Ainaro saja kotamadya lain juga mempunyai keindahan dan wisata tersendiri.

Tarian tradisional yang ditampailkan dalam penutupan Festival Rabilau 2024 pada jumat (18/10) di pegunungan Rabilau, Maubisse, Ainaro. Foto Media Kepresidenan

Bernardo Caldes, Koordinator Seni dan Budaya Kotamadya Lautém juga mengeluhkan penyediaan konsumsi yang sering terlambat. “Misalnya sarapan pagi, makan siang dan makan malam yang disediakan selalu terlambat,” paparnya.

Sementara, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Masyarakat, Mariano Assanami Sabino selaku Ketua Komite Penyelengara menerima dengan baik semua rekomendasi tersebut dan berjanji akan diperbaiki lebih baik dalam festival dan perayaan selanjutnya.

Berita terkait : Keindahan Rabilau, Turis mancanegara : Pemandangan ini tidak ada di Eropa

“Kita akan terus memperbaiki, tempat ini mulai dari jalan, listrik dan air bersih disini. Kita juga akan membangun rumah penginapan tradisional disini. Masih ada banyak hal yang harus dilengkapi, pelayanan harus lebih baik, dan ini terintegrasi dengan pariwisata. Kita terima banyak rekomendasi, dan untuk itu kita akan mengumpulkan semua masukan untuk terus memperbaiki,” jelasnya. 

Reporter : Cidalia Fátima

Editor     : Armandina Moniz

iklan
iklan

Leave a Reply

iklan
error: Content is protected !!