OE-CUSSE, 14 Oktober 2024 (TATOLI)— Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator Sosial, Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Masyarakat, Mariano Assanami Sabino secara resmi membuka Festival Fronteira 2024 atau Festival Perbatasan, pada senin (14/10/2024).
Festival Fronteira 2024 yang diselenggarakan di lapangan Olahraga Oebau, RAEOA (Daerah Administratif Spesial Oecusse Ambeno), dengan tujuan mempromosikan rekonsiliasi antara warga Timor-Leste di pulau Timor dengan semangat kohesi dan tradisi budaya.
Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator Sosial, Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Masyarakat, Mariano Assanami Sabino dalam pembukaan Festival Fronteira 2024 tersebut mengatakan, Festival tersebut digelar dengan tujun mempromosikan rekonsiliasi antara warga Timor-Leste di pulau Timor.
“Kami mengadakan festival ini untuk memperkuat rekonsiliasi. Kita semua mengenal pulau Timor-Leste dan pulau Timor dengan nama NTT (Nusa Tengara Timur) , dimana kita memiliki nilai-nilai yang sama,” kata Mariano Assanami.
Festival Fronteira ini ditargetkan di tiga kotamadya yaitu, Bobonaro, Covalima dan Oe-Cusse, selain itu Festival tersebut memiliki hubungan langsung dengan negara tetangga yang sama, secara umum pulau Timor juga yang memiliki banyak identitas yang sama.

Karena itu, katanya Festival ini diadakan setiap tahun untuk memperkuat Persaudaraan dan mempromosikan persaudaraan serta nilai-nilai kemanusiaan dan budaya juga yang dimiliki Timor-Leste dan NTT untuk dikembangkan.
“Festival ini juga untuk mengangkat nilai-nilai utama, tradisi budaya yang kita miliki untuk memartabatkan masyarakat Pulau Timor. Kita tahu di sisi darat ada gubernur, parlemen provinsi, bupati, walikota. Sementara, di Timor-Leste juga memiliki badan kedaulatan yang lengkap, seperti Ketua Administratif Kotamadya, pelabuhan dan bandara. Ini adalah cara untuk mengembangkan pulau di mana kita bergerak maju bukan hanya semangat teritorial, melainkan semangat kohesi ekonomi, sosial dan budaya. Untuk identitas, kita harus mempromosikan dan memperkuatnya agar bermanfaat bagi rakyat dan negara,” katanya.
Ia juga mengajak para generasi muda untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan dan nilai-nilai kemanusiaan, dan saling menghormati serta menghargai satu sama lain.
“Kami ingin mempererat nilai kemanusiaan untuk memperkuat rekonsiliasi dengan rasa hormat kami terhadap para pejuang perang,” katanya.
Di sisi lain, Yanuar Dally, Asisten Pemerintah Kota Kupang NTT, berharap Festival ini dapat mengedepankan diskusi untuk memperkuat rekonsiliasi, sehingga generasi baru perlu menambah pengetahuan tentang sejarah pulau Timor.
“Kita, saudara-saudara, harus hidup rukun, karena kita berada di pulau Timor, jika ada sesuatu yang salah, datang dan katakan dengan baik karena kita memiliki adat yang sama,” katanya.
Festival Fronteira 2024
Pusat Nasional untuk Chega!, Institut Publik (CNC, I.P) dan Sekretariat Negara urusan Seni dan Budaya (SEAK) memutuskan RAEOA menjadi tempat perayaan Festival Fronteira.
Festival Fronteira 2024 memproyeksikan promosi perdamaian, mempromosikan kolektivitas komunitas dan pemberdayaan masyarakat melalui aspek budaya dan sejarah yang merefleksikan dan menginspirasi interaksi sosial, berdasarkan prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia, toleransi, dan solidaritas manusia, serta membangun kembali budaya perdamaian yang berlandaskan keimanan, kearifan lokal, tradisi, seni, dan budaya yang memberikan kontribusi pada penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Pertama, Festival Fronteira 2024, sebuah pertukaran budaya untuk mempromosikan rekonsiliasi dengan tujuan pertama, mendorong generasi baru Timor-Leste dan Indonesia untuk berpikir kritis tentang topik-topik yang berkaitan dengan konflik politik di masa lalu, persaudaraan hak asasi manusia, rekonsiliasi dan antar budaya di wilayah tersebut, terutama di daerah perbatasan.
Kedua, mempromosikan budaya dialog antara generasi baru Timor-Leste dan Indonesia melalui produksi dan konten bersama, sejarah dan budaya melalui karya seni dan sastra. Ketiga, mempromosikan pertukaran sebagai ruang untuk kolaborasi bersama antara kedua negara untuk berkontribusi pada keseimbangan narasi sejarah.
Sebelumnya, Pemerintah Timor-Leste melalui Sekretariat Negara urusan Seni dan Budaya (SEAK -tetun) tahun ini menggelar Festival Fronteira 2024 edisi kedua dengan menyiapkan dana sebesar $200.000. Festival tersebut digelar di RAEOA.
Diketahui, SEAK telah menyelengarakan Festival Perbatasan edisi pertama pada 15 – 18 november 2023 dengan Tema ‘ Pertukaran Budaya dalam Memperkuat Rekonsiliasi’ di kotamadya Bobonaro.
Festival Perbatasan merupakan acara tahunan SEAK yang bertujuan untuk memperkuat hubungan antarnegara, khususnya antara Timor-Leste dan Indonesia. Festival ini dirancang untuk merayakan keragaman budaya, mempromosikan pariwisata, serta meningkatkan perekonomian lokal melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat setempat.
Festival ini menampilkan beragam kegiatan, termasuk pertunjukan seni dan budaya, pameran kerajinan tangan, kuliner khas daerah, dan lainnya. Selain itu, acara ini juga menciptakan lapangan kerja sementara bagi warga setempat.
Festival Perbatasan juga menjadi platform penting untuk dialog antara pemerintah serta masyarakat Timor-Leste dan Indonesia.
Reporter : Abílio Elo Nini
Editor : Armandina Moniz




